Limbah Nuklir Bisa Didaur Ulang Jadi Energi Bersih, Mampu Hasilkan Listrik Selama 100 Tahun
- Youtube
Cianjur – Selama ini limbah nuklir dikenal sebagai ancaman mematikan bagi manusia. Radiasi yang dipancarkan bisa merusak DNA dan menyebabkan kanker berbahaya.
Namun siapa sangka, ternyata limbah berbahaya ini bisa diubah menjadi sumber energi. Para ilmuwan telah mengembangkan teknologi daur ulang jadi energi listrik.
Limbah nuklir ini dilansir dari Channel YouTube Kok Bisa. Mereka mengungkap bagaimana bahan radioaktif bisa menjadi solusi energi lsitrik di masa depan.
Proses Daur Ulang
Limbah nuklir berbahaya karena mengandung atom tidak stabil yang melepaskan radiasi. Partikel radiasi bisa menembus sel tubuh dan merusak struktur DNA.
Dalam proses daur ulang, bagian radioaktif dipisahkan untuk diolah kembali. Hasilnya adalah bahan bakar yang bisa digunakan untuk pembangkit listrik.
Keuntungan daur ulang sangat besar bagi dunia energi. Durasi penyimpanan limbah yang sudah diolah menjadi jauh lebih singkat.
Energi yang dihasilkan juga tidak sedikit jumlahnya. Limbah nuklir Amerika saja bisa menyalakan listrik seluruh negara selama 100 tahun.
Teknologi Pemisahan Bahan Radioaktif
Ada dua metode utama untuk memisahkan limbah nuklir yang masih berguna. Metode pertama menggunakan listrik dengan memasukkan limbah ke cairan garam khusus.
Saat dialiri listrik, bahan berharga akan menempel pada logam tertentu. Metode kedua menggunakan cairan asam untuk melarutkan limbah radioaktif.
Setelah dilarutkan, ditambahkan pelarut khusus agar bahan berharga mengendap. Uranium hasil pemisahan inilah yang diolah menjadi sumber energi baru.
Tantangan Penerapan Teknologi
Meski teknologi sudah tersedia, penerapannya menghadapi berbagai kendala. Biaya daur ulang hampir dua kali lipat lebih mahal dari uranium baru.
Selain masalah ekonomi, ada kekhawatiran hasil daur ulang disalahgunakan. Proses pemisahan menghasilkan bahan yang bisa digunakan untuk senjata nuklir.
Banyak pihak khawatir ada oknum yang menyalahgunakan teknologi ini. Mereka takut hasil daur ulang digunakan untuk membuat bom nuklir.
Amerika meluncurkan program pendanaan puluhan juta dolar untuk penelitian. Tujuannya mengembangkan teknologi yang lebih murah dan aman.
Beberapa negara seperti Prancis sudah berhasil menerapkan teknologi daur ulang. Di Indonesia, penelitian energi nuklir masih dalam tahap pengembangan.