Alam Semesta Bakal Berakhir dengan 5 Skenario Mengerikan yang Berbeda, Apa Saja?

Ilustrasi dunia tamat
Sumber :
  • Youtube

Cianjur – Kita sudah sering melihat ke masa lalu alam semesta yang dimulai dari Big Bang. Tapi bagaimana dengan arah sebaliknya, akhir dari alam semesta?

img_title Triliunan Partikel Hantu Neutrino Tembus Tubuh Manusia, Setiap Detik Tak Disadari!

Sampai hari ini banyak skenario berakhirnya alam semesta yang sudah dikembangkan para ilmuwan. Ada yang sudah menetapkan tanggal tapi akhirnya diundur terus.

Dari teori relativitas kita tahu alam semesta terus mengembang. Informasi menakjubkan ini dilansir dari Channel YouTube Kok Bisa.

1. Skenario Big Crunch

Alam semesta terus mengembang tapi ada gaya gravitasi yang tarik-menarik. Bayangkan dua kekuatan ini sedang berlomba.

Kalau gravitasi menang, alam semesta akan berhenti mengembang dan mulai menyusut. Semua objek akan saling tarik-menarik dan bertabrakan.

Galaksi-galaksi akan bergabung dan bintang-bintang menyatu. Mereka hancur dan digantikan dengan lubang hitam.

Para lubang hitam akan saling memakan sampai menjadi satu lubang hitam super besar. Akhirnya tersisa titik misterius dengan kepadatan tak terhingga.

2. Skenario Big Bounce

Mirip Big Crunch, alam semesta akan menciut super kecil. Bedanya, dia tidak pernah mencapai kepadatan tak terhingga.

Karena hukum fisika tidak berlaku, penyusutannya bisa berhenti. Alam semesta akan mulai mengembang lagi.

Kalau skenario ini benar, Big Bang mungkin sudah terjadi berkali-kali. Alam semesta seperti siklus yang terus berulang.

Tapi skenario Big Bounce makin kurang populer karena masalah entropi. Setelah berakhir, entropi seharusnya tinggi tapi faktanya rendah saat Big Bang.

3. Skenario Heat Death

Alam semesta tidak menunjukkan tanda-tanda untuk berhenti mengembang. Justru para ilmuwan menemukan pengembangannya makin cepat.

Karena ruang angkasa terus mengembang, tidak ada tabrakan besar-besaran. Kelompok galaksi akan saling menjauh.

Alam semesta akan menjadi terlalu besar dan kosong. Tidak ada cukup partikel untuk melahirkan bintang baru.

Seluruh bintang lama mati satu per satu. Akhirnya hanya tersisa kegelapan berisi sisa bintang dan lubang hitam.

4. Skenario Big Rip

Alam semesta tidak hanya mengembang makin cepat, tapi percepatannya juga naik terus. Seperti bola salju yang makin cepat menggelinding.

Pengembangannya menjadi tidak terkontrol sampai alam semesta seperti tersobek. Tertarik kuat dari segala sisi.

Awalnya galaksi-galaksi akan tersobek, lalu bintang dan planet menyusul. Bahkan atom-atom ikut tersobek juga.

Kecepatan mengembang ruang angkasa mengalahkan kecepatan cahaya. Akhirnya dimensi kita sendiri akan robek total.

5. Skenario Vacuum Decay

Vacuum Decay bukan dari skala makro tapi dari skala kuantum. Medan kuantum sekarang dalam kondisi stabil.

Bisa jadi ini bukan titik stabil yang sebenarnya. Ada kemungkinan ada titik stabil lain yang lebih rendah.

Medan bisa berpindah ke kondisi stabil sebenarnya lewat quantum tunneling. Perubahan ini akan mengubah semua hal di alam semesta.

Semua partikel bisa kehilangan massa dan atom menjadi tidak stabil. Kehancuran akan menyebar dengan kecepatan cahaya.

Prediksi Para Ahli Astronomi

Skenario yang paling mungkin menurut data sekarang adalah Heat Death. Alam semesta akan melanjutkan kondisi normal sampai energinya habis.

Vacuum Decay memiliki kemungkinan paling kecil, satu berbanding 10 pangkat 794 tahun. Tapi bisa terjadi kapan saja, bahkan besok.