Bikin Penasaran! Ternyata Begini Kondisi Bumi di Zaman Es
- id.pinterest.com
Cianjur – Evolusi kehidupan di Bumi menyimpan kisah menakjubkan tentang perjalanan panjang dari era dinosaurus hingga munculnya manusia modern.
Asteroid raksasa yang menghantam Bumi 66 juta tahun lalu menjadi titik balik evolusi kehidupan planet ini.
Kepunahan massal dinosaurus membuka jalan bagi mamalia untuk berkembang dan mendominasi Bumi.
Perjalanan evolusi kehidupan ini menghasilkan keanekaragaman hayati yang luar biasa hingga saat ini.
Era Kepunahan Dinosaurus dan Awal Mamalia
Tumbukan asteroid besar 66 juta tahun lalu mengakhiri dominasi dinosaurus yang telah menguasai Bumi selama lebih dari 100 juta tahun.
Partikel debu yang menyebar ke atmosfer menghalangi sinar matahari dan menurunkan suhu global secara drastis.
Kondisi lingkungan yang berubah drastis ini menyebabkan dinosaurus tidak mampu beradaptasi dengan cepat.
Mamalia kecil yang bersembunyi di bawah tanah berhasil bertahan dan memulai era baru evolusi kehidupan.
Zaman Cenozoikum dimulai setelah kepunahan dinosaurus, menandai dominasi mamalia di Bumi.
Periode Paleosen: Awal Kehidupan Baru
Era Paleosen berlangsung selama 10 juta tahun dengan iklim hangat dan lembab yang mendukung pertumbuhan hutan tropis.
Flora pada masa ini menunjukkan kesamaan dengan tumbuhan modern, termasuk pohon palem dan kacang-kacangan.
Terumbu karang berkembang pesat di lautan, menciptakan habitat penting bagi organisme laut.
Mamalia kecil seperti Admiachis mulai menghuni hutan-hutan hangat yang terbentuk.
Era Eosen: Dominasi Mamalia Dimulai
Periode Eosen berlangsung lebih dari 22 juta tahun dengan iklim yang semakin hangat.
Benua-benua mulai bergerak ke posisi yang lebih dekat, termasuk tabrakan India dengan Asia yang membentuk Pegunungan Himalaya.
Mamalia modern seperti kuda, paus, dan kelelawar pertama kali muncul pada era ini.
Andrewsarchus, predator dengan tengkorak besar dan gigitan kuat, menjadi salah satu pemburu terbesar.
Periode Oligosen: Pendinginan Global
Era Oligosen ditandai dengan pendinginan global yang mengubah hutan tropis menjadi padang rumput.
Glasiasi ketiga dimulai, mengubah benua hijau menjadi padang es yang luas.
Paraceratherium, mamalia terbesar yang pernah hidup dengan tinggi 4,8 meter, muncul pada masa ini.
Pergerakan benua terus berlanjut dengan Australia menjauh dan Afrika mendekati Eropa.