Lebih dari 2 Dekade Merdeka, Warga Timor Leste Menyesal Berpisah dari Indonesia, Benarkah?
- Youtube
Cianjur – Lebih dari dua dekade berlalu sejak Timor Leste merdeka dari Indonesia. Namun kenyataan yang terjadi jauh dari harapan mereka saat berjuang meraih kemerdekaan.
Dilansir dari Channel Youtube Makna Masa, sebagian masyarakat mengaku menyesal berpisah dari Indonesia. Mereka merasa kehidupan justru semakin berat setelah merdeka.
Kemiskinan Memburuk
Timor Leste kini masuk dalam daftar negara termiskin di dunia. Sekitar 42% warganya hidup di bawah garis kemiskinan dengan kondisi yang memprihatinkan.
Banyak warga yang hanya makan sekali sehari atau dua kali jika mendapat bantuan orang lain. Ekonomi negara masih sangat bergantung pada impor dari Australia dan Indonesia.
Fasilitas Kesehatan Terbatas
Sektor kesehatan mengalami kemunduran drastis setelah kemerdekaan. Rumah sakit peninggalan pemerintah Indonesia kini kekurangan tenaga medis dan fasilitas memadai.
Banyak warga yang akhirnya memilih berobat ke Kupang NTT karena merasa layanan di negaranya tidak memadai. Indonesia bahkan memberikan layanan kesehatan gratis melalui rumah sakit apung.
Suara Veteran Pejuang Kemerdekaan
Veteran yang dulu berjuang melawan Indonesia, Fortunado de Costa, mengungkapkan penyesalannya. Dia menyatakan bahwa para veteran dianggap beban meski dulu dianggap pahlawan.
Hidupnya sekarang jauh lebih sulit dibanding saat masih di bawah Indonesia. Dulu walau tidak mewah, setidaknya ada kestabilan ekonomi dan fasilitas dasar.
Kenangan Manis Era Indonesia
Banyak masyarakat pedesaan memiliki kenangan manis ketika masih menjadi bagian Indonesia. Saat itu mereka menikmati pembangunan jalan, layanan kesehatan, pendidikan, dan subsidi beras murah.
Kini semua fasilitas itu menjadi barang langka. Sekolah rusak, rumah sakit sepi dokter, dan harga kebutuhan pokok melonjak tinggi.
Meski suara penyesalan terdengar, tidak ada skenario realistis untuk Timor Leste kembali ke Indonesia. Dunia internasional tidak akan mengizinkan dan elit politik Timor Leste juga menolak.
Sejarah sudah terlanjur berjalan dan tidak bisa diulang kembali. Yang bisa dilakukan hanya berharap agar rakyat Timor Leste bisa bangkit dan meraih cita-cita kemerdekaan yang sejati.