Kontroversi Gunung Padang yang Disebut Lebih Tua dari Piramida Mesir, Benarkah?
- Youtube
Cianjur – Situs Gunung Padang di Cianjur pernah menjadi sorotan dunia karena klaim mengejutkan. Tim peneliti menyatakan situs ini adalah piramida tertua di dunia.
Bahkan Presiden SBY pernah langsung mendatangi lokasi dan menekankan pentingnya penelitian. Dilansir dari Channel Youtube Makna Masa, klaim ini masih menjadi kontroversi para ahli.
Struktur Berlapis dari Berbagai Masa
Tim Terpadu Riset Mandiri (TTRM) mengklaim Gunung Padang adalah hasil karya multigenerasi. Bagian atas dengan batu menhir berusia 500-100 sebelum Masehi merupakan peradaban sederhana.
Namun di kedalaman 4 meter terdapat situs berusia 4700 sebelum Masehi. Bahkan di kedalaman 8 meter ada struktur berusia 10.000 sebelum Masehi, jauh lebih tua dari piramida Mesir.
Teknologi Canggih Masa Lalu
Tim peneliti juga mengklaim menemukan teknologi dahsyat yang diciptakan leluhur kita. Salah satunya adalah semen purba yang menunjukkan kemajuan teknologi pada masa itu.
Mereka meyakini Gunung Padang adalah monumen besar hasil susunan tangan manusia. Bukan bukit alami yang dimanfaatkan sebagai tempat pemujaan.
Proses Geologis Alami
Para arkeolog dan geolog senior menolak klaim tersebut. Mereka menyatakan Gunung Padang adalah situs megalitik yang dibangun di atas bukit alami.
Bukit ini dahulu merupakan gunung api purba yang menghasilkan batuan dalam perut bukit. Batuan yang merekah membentuk tiang-tiang inilah yang dimanfaatkan sebagai bahan bangunan.
Anomali Teori Arkeologi
Para ahli menganggap temuan tim terpadu tidak masuk akal karena melanggar teori arkeologi. Dalam arkeologi, semakin tua lapisan budaya maka semakin primitif teknologinya.
Namun hasil penelitian tim terpadu justru sebaliknya. Lapisan atas yang muda berteknologi sederhana, sementara lapisan bawah yang lebih tua justru berteknologi maju.
Para ahli juga meragukan hasil pertanggalan karbon yang menjadi dasar klaim usia tua Gunung Padang. Sampel yang diteliti belum tentu merupakan benda budaya hasil karya manusia.
Rencana penggalian besar-besaran ditolak karena khawatir merusak situs yang sudah ditetapkan sebagai cagar budaya. Setelah pergantian pemerintahan, penelitian khusus Gunung Padang tidak dilanjutkan lagi.