Dulu Negara Kaya, Kuba Kini Jadi Miskin Gara-Gara Amerika, Hanya Punya Listrik 4 Jam Tiap Hari!

Santa Clara, Cuba
Sumber :
  • Youtube

Cianjur – Kuba sekarang terasa seperti terjebak dalam mesin waktu yang rusak. Mobil klasik 1950-an masih berkeliaran di jalanan Havana, tapi bukan karena gaya retro yang keren.

img_title Iran Jatuhkan Tujuh Drone Israel Senilai Miliaran Dolar, Termasuk Heron TP!

Kehidupan rakyat Kuba yang penuh penderitaan menunjukkan negara ini sedang krisis berat, padahal sebelumnya adalah negara kaya.

Dilansir dari Channel Youtube Geografyi, pemadaman listrik 20 jam sehari dan kekurangan makanan jadi rutinitas menyakitkan sehari-hari.

img_title XF-108 Rapier Mach 3 Dibatalkan 1959, Rudal Nuklir Penghancur Pembom Soviet!

Kuba Pernah Jadi Negara Kaya

Pada 1950, ekonomi Kuba berada di peringkat ke-29 terbesar dunia. PDB per kapitanya bahkan lebih tinggi dari Irlandia, Austria, dan dua kali lebih kaya dari Spanyol dan Jepang.

img_title AS Jepang Latihan Bersama Iron Fist dan Orient Shield, Pesawat ShinMaywa US-2 dan V-22 Osprey Perkuat Aliansi Militer!

Industri gula jadi tulang punggung ekonomi yang membawa kemakmuran luar biasa. Hubungan harmonis dengan Amerika Serikat bikin Kuba jadi destinasi wisata favorit orang Amerika.

Awal Mula Ketergantungan

Setelah merdeka dari Spanyol, Kuba malah jatuh ke kendali ekonomi Amerika Serikat. Perusahaan-perusahaan besar Amerika mendominasi industri gula dan berbagai sektor strategis lainnya.

Ketika harga gula anjlok setelah Perang Dunia I, banyak petani Kuba bangkrut. Amerika Serikat memanfaatkan krisis ini untuk membeli aset-aset Kuba dengan harga murah.

Fidel Castro dan Ideologi Komunis

Ketidakadilan ekonomi memicu revolusi yang dipimpin Fidel Castro pada akhir 1950-an. Pemerintahan baru ini membawa ideologi komunis dan memutus hubungan dengan Amerika Serikat.

Castro menyita semua aset Amerika di Kuba, mulai dari perusahaan minyak, bank, hotel, kasino, sampai industri gula. Amerika Serikat balas dendam dengan embargo ekonomi penuh yang berlangsung lebih dari 60 tahun.

Ketergantungan Fatal pada Uni Soviet

Terisolasi dari pasar global, Kuba terpaksa bergantung total pada Uni Soviet. Ketika Uni Soviet runtuh 1991, ekonomi Kuba langsung ambruk kehilangan sepertiga PDB-nya.

Kekurangan makanan dan bahan bakar bikin berat badan rata-rata orang Kuba turun 9 kilogram. Sekitar 40.000 orang mengalami kebutaan akibat kekurangan gizi yang parah.

Sekarang Kuba masih terjebak dalam embargo Amerika yang panjang dan krisis ekonomi berkepanjangan. Rakyatnya jadi korban konflik politik yang tidak mereka pilih.