Kenapa Negara Afrika Lebih Pilih Pendekatan India daripada China yang Super Kaya?

Bendera India
Sumber :
  • Youtube

Cianjur – Afrika sekarang jadi arena perebutan pengaruh antara negara-negara besar dunia. Benua dengan 1,4 miliar penduduk ini punya kekayaan alam melimpah dan pasar yang terus berkembang pesat.

img_title J-20 Mighty Dragon, Jet Siluman yang Katanya Tidak Bisa Terdeteksi Radar

China memang sudah duluan masuk ke Afrika sejak tahun 2000 dengan investasi besar-besaran. Tapi belakangan ini, banyak negara Afrika yang mulai kecewa dengan pendekatan China.

Dilansir dari Channel Youtube Geografi, berikut beberapa alasan kenapa Afrika lebih pilih India daripada China

img_title Senjata Laser China LY-1 Kembali Viral, Benarkah Bisa Cegat Rudal dan Drone?

1. Pendekatan India Lebih Manusiawi

India menawarkan cara yang berbeda dalam membangun kerja sama dengan Afrika. Mereka fokus pada transparansi dan tidak memberikan beban utang memberatkan seperti yang dilakukan China.

img_title Boeing F-47 Jet Tempur Generasi Keenam AS Dikembangkan Sejak 2020 Secara Rahasia, Jangkauan 1.150 Mil dan Komando Drone!

Banyak negara Afrika yang merasa terjebak utang akibat proyek-proyek China. Kenya bahkan hampir kehilangan kendali atas pelabuhan Mombasa karena kesulitan bayar cicilan.

2. Bantuan Kesehatan yang Nyata

Di bidang kesehatan, India jadi penyelamat bagi banyak negara Afrika. Obat-obatan dan vaksin buatan India harganya terjangkau tapi kualitasnya tetap bagus.

China lebih fokus pada proyek fisik seperti jalan dan jembatan. Sementara India memilih membantu hal-hal yang langsung dirasakan masyarakat sehari-hari.

3. Membangun Hubungan Jangka Panjang

India punya keunggulan dari diaspora mereka yang sudah lama tinggal di Afrika. Sekitar 3 juta orang keturunan India tersebar di berbagai negara Afrika dan jadi jembatan budaya.

Program Pan African e-Network menghubungkan universitas dan rumah sakit Afrika dengan India. Ini membangun fondasi kerja sama yang lebih dalam dan berkelanjutan.

Investasi India memang belum sebesar China, tapi targetnya ambisius. Mereka berencana investasi 150 miliar dolar sampai tahun 2030 di sektor strategis.