Ambisi Besar Erdogan Hidupkan Kembali Kejayaan Kekaisaran Ottoman, Bisa Jadi Nyata?

Ilustrasi Kekaisaran Ottoman
Sumber :
  • Pinterest

Cianjur – Turki di bawah Presiden Erdogan menunjukkan ambisi geopolitik yang semakin mengkhawatirkan. Negara dengan militer terbesar kedua di NATO ini punya semua modal jadi kekuatan regional yang dominan.

img_title Kenapa Helikopter Rusia Begitu Tangguh? Ini Dia Tiga Pabrik Helikoptert Terbaiknya yang Terkenal di Dunia

Tahun 2021, stasiun TV pro-pemerintah Turki tayangkan peta yang membuat heboh. Peta itu gambarkan ekspansi wilayah Turki sampai mirip Kekaisaran Ottoman zaman dulu.

Erdogan memang sering sebut-sebut kejayaan Kekaisaran Ottoman dalam pidato-pidatonya. Dia khususnya suka bahas Sultan Selim I yang berhasil perluas wilayah kekaisaran secara besar-besaran.

img_title Rusia Kuasai Gerasimovka Tanpa Ofensif Besar, Strategi Erosi Pelahan Ukraina!

Dilansir dari Channel Youtube Geografui, ambisi menghidupkan kembali kejayaan nenek moyang ini dibarengi strategi modern.

Strategi Neo-Ottoman Era Digital

img_title Daftar 7 Tank Tempur dengan Teknologi Canggih Rusia yang Bikin Negara Lain Gigit Jari!

Erdogan tidak pakai cara kuno seperti perang besar-besaran buat perluas wilayah. Dia lebih pilih strategi modern lewat pengaruh ekonomi, politik, dan budaya yang lebih halus.

Amerika Serikat jadi contoh bagaimana dominasi zaman sekarang dilakukan lewat lembaga internasional. Erdogan adopsi pendekatan serupa tapi dengan fokus regional dan nilai-nilai Islam.

Di berbagai konflik regional, Turki selalu posisikan diri sebagai pelindung umat Islam. Strategi ini efektif buat bangun citra sebagai pemimpin dunia Islam seperti Ottoman dulu.

Ekspansi Militer ke Berbagai Benua

Turki sekarang aktif banget bikin kesepakatan militer dengan banyak negara. Somalia, Libya, Ethiopia, Niger, dan Azerbaijan jadi partner strategis dalam program pelatihan militer.

Di Suriah, Turki latih kelompok oposisi buat bentuk Tentara Nasional Suriah. Mereka juga operasi militer melawan kelompok Kurdi yang dianggap ancaman keamanan.

Pangkalan militer Turki sekarang tersebar di Qatar, Somalia, dan Siprus Utara. Kehadiran militer ini tidak cuma buat keamanan, tapi juga proyeksi kekuatan di kawasan strategis.

Kendala Ekonomi yang Mengancam Ambisi

Meski punya ambisi besar, Turki hadapi masalah ekonomi serius beberapa tahun belakangan. Mata uang Lira terus melemah dan inflasi naik sampai 60% akhir 2024.

Hutang luar negeri yang membengkak juga jadi ancaman serius buat stabilitas ekonomi. Kondisi ini membuat banyak orang pertanyakan apakah ambisi Erdogan realistis atau cuma mimpi.

Rakyat Turki mulai merasakan dampak kebijakan luar negeri yang agresif ini. Biaya hidup naik sementara ekonomi domestik tidak menunjukkan perbaikan yang signifikan.

Halaman Selanjutnya
img_title