Jerman Berani Tutup Semua Pembangkit Nuklir, Ini Alasan Mengejutkannya!

Ilustrasi pembangkit nuklir
Sumber :
  • Pinterest

Cianjur – Dunia sekarang sedang berlomba-lomba mengembangkan teknologi hijau. Semua negara berusaha mencari alternatif pengganti bahan bakar fosil yang ramah lingkungan.

img_title Sering Diremehkan! Ini Deretan Pantangan Makanan Berisiko untuk Ibu Hamil Muda yang Perlu Diperhatikan

Di tengah upaya global ini, pembangkit nuklir sebenarnya dianggap solusi yang tepat. Energi nuklir bisa menghasilkan listrik dalam jumlah besar tanpa menghasilkan emisi karbon yang berbahaya.

Dilansir dari Channel YouTube Geografyi, Jerman justru mengambil langkah berbeda. Pada 14 April 2023, negara dengan ekonomi terbesar di Eropa ini resmi menutup tiga pembangkit nuklir terakhir.

img_title Pertempuran Udara Keliru 1944, P-38 Amerika Serang Sekutu Soviet di Yugoslavia hingga Tewaskan Puluhan Prajurit!

Trauma Bencana Chernobyl

Sejarah kelam Jerman dengan nuklir dimulai dari bencana Chernobyl tahun 1986. Ledakan pembangkit nuklir di Ukraina waktu itu melepaskan radiasi dalam jumlah yang sangat besar.

img_title Rusia Luncurkan Pesawat Widebody MC-21-500, Saingi Boeing 767 dan 797!

Bahan radioaktif dari Chernobyl bahkan sampai ke Jerman lewat hembusan angin. Jutaan orang di Eropa terkena paparan radiasi cesium yang sangat berbahaya buat kesehatan.

Dampaknya tidak cuma pada manusia, tapi juga lingkungan dalam jangka panjang. Tanah, air, dan udara di Jerman ikut terkontaminasi radiasi yang susah dibersihkan.

Gerakan Anti-Nuklir yang Semakin Kuat

Setelah bencana Chernobyl, masyarakat Jerman mulai sadar betapa bahayanya teknologi nuklir. Gerakan anti-nuklir pun bermunculan di mana-mana dan semakin terorganisir.

Pada tahun 1980, Partai Hijau didirikan khusus untuk memperjuangkan penghapusan energi nuklir. Tiga tahun kemudian, partai ini berhasil masuk parlemen dan membawa misi menutup semua pembangkit nuklir.

Tragedi Fukushima tahun 2011 jadi titik balik yang menentukan. Bencana nuklir di Jepang akibat gempa dan tsunami semakin memperkuat tekad Jerman buat tinggalkan nuklir.

Sukses Beralih ke Energi Terbarukan

Meski banyak yang meragukan, ternyata keputusan Jerman tidak seburuk yang dikira. Pada 2023, teknologi hijau sudah memenuhi 50% kebutuhan listrik nasional.

Pemerintah bahkan menutup pembangkit batubara setelah musim dingin 2024. Cadangan gas alam yang cukup ditambah teknologi hijau yang berkembang pesat bikin optimisme tinggi.

Target ambisius Jerman adalah mencapai nol emisi karbon pada 2045. Dengan inovasi seperti baterai penyimpanan energi yang makin efisien, target ini bukan lagi mimpi belaka.

Langkah berani ini jadi contoh untuk negara lain yang ingin transisi energi. Jerman membuktikan bahwa meninggalkan nuklir sambil tetap ramah lingkungan itu mungkin dilakukan.