Eksperimen Pisang Gagal Malah Jadi Surga Industri Aluminium, Islandia Bangkit dari Kemiskinan

Ilustrasi Islandia
Sumber :
  • Youtube

Cianjur – Islandia adalah negara kecil yang tampak seperti gumpalan es di tengah Atlantik. Tidak ada tambang besar, ladang minyak, atau sumber daya alam melimpah.

img_title Fakta Mengejutkan Mikronesia, Ternyata Presiden Berdarah Indonesia Asli Maluku

Selama ratusan tahun rakyatnya hidup miskin dari menggembala dan memancing. Mereka lebih dekat pada kelaparan daripada kemakmuran.

Dilansir dari Channel Youtube Geografyi, negara kecil ini berubah drastis menjadi negara makmur. Transformasi dimulai dari eksperimen aneh menanam pisang di negeri es.

Pemanfaatan Energi Panas Bumi

Islandia terletak di antara dua lempeng tektonik yang menciptakan aktivitas vulkanik tinggi. Panas dari perut bumi menjadi sumber energi tak terbatas.

Pada awal 1900-an seorang petani mengalirkan panas kolam ke rumahnya dengan pipa sederhana. Rumah itu menjadi yang pertama dipanaskan oleh energi bumi.

Pemerintah kemudian membangun sistem pemanas dan pembangkit listrik berbasis panas bumi. Sekitar 90 persen rumah kini dipanaskan tanpa membakar bahan bakar fosil.

Eksperimen Menanam Pisang

Pada tahun 1950-an pemerintah dan ilmuwan membangun rumah kaca raksasa untuk menanam pisang. Mereka menggunakan panas bumi dan lampu buatan untuk meniru iklim tropis.

Tujuan ambisius ini adalah menjadikan Islandia produsen pisang satu-satunya di Eropa Utara. Namun hasilnya mengecewakan karena pisang tumbuh 10 kali lebih lambat.

Eksperimen dihentikan setelah 5 tahun karena biaya produksi terlalu tinggi. Namun kegagalan ini justru membuka mata mereka tentang potensi energi bumi.

Menjadi Pusat Industri Aluminium

Islandia tidak bisa mengekspor listrik ke luar negeri karena keterbatasan infrastruktur. Mereka memilih mengubah energi listrik menjadi logam aluminium.

Industri aluminium pertama berdiri tahun 1969 didirikan perusahaan Swiss Alusuisse. Kemudian datang raksasa Amerika Century Aluminium dan Alcoa.

Ketiga pabrik kini menyerap lebih dari 70 persen listrik Islandia. Biaya produksi aluminium 30 persen lebih murah dibanding Amerika Serikat.

Menjadi Surga Pusat Data

Suhu musim panas Islandia yang hanya 10-12 derajat Celsius sangat ideal untuk pusat data. Perusahaan tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk sistem pendingin.

BMW menggunakan fasilitas Islandia untuk simulasi uji tabrak kendaraan mereka. Startup AI dan blockchain juga memindahkan server dari Eropa ke Islandia.

Biaya operasional pusat data 80 persen lebih murah dibanding Inggris. Jejak karbon nyaris nol karena menggunakan energi bersih dari panas bumi.