Selandia Baru Jadi Negara Maju Meski Bergantung pada Pertanian, Begini Rahasianya!

Ilustrasi letak Selandia Baru
Sumber :
  • Youtube

Cianjur – Banyak orang beranggapan bahwa negara yang masih mengandalkan sektor pertanian pasti tertinggal. Pandangan ini memang wajar mengingat negara-negara termiskin di dunia seperti Chad, Malawi, dan Ethiopia masih bergelut dengan pertanian subsisten.

img_title Rudal Balistik Iskander Rusia Jangkau 500 Km Sulit Ditangkis, Manuver Tinggi dan Peluncur Mobile Bikin Ukraina Kewalahan

Namun Selandia Baru membuktikan sebaliknya. Negara dengan populasi hanya 5 juta jiwa ini justru menjadi salah satu negara maju yang tetap mempertahankan sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi.

Dilansir dari Channel Youtube Geografyi, sektor pertanian Selandia Baru menyumbang sekitar 80% dari total ekspor negara tersebut.

img_title Belgia Aman Tanpa Pemerintah, Kok Bisa Negara Ini Tetap Hidup Santuy dan Tenang?

Prestasi ini sungguh mencengangkan di era modern dimana sebagian besar negara maju telah beralih ke sektor manufaktur dan jasa.

Keunggulan Geografis

img_title Ternyata Ini Alasasn Kenapa Indonesia Jadi Negara dengan Erupsi Gunung Berapi Terbanyak di Dunia!

Tanah Selandia Baru yang subur bukanlah kebetulan belaka. Kesuburan ini merupakan hasil dari aktivitas vulkanik yang berlangsung selama jutaan tahun, menciptakan lapisan tanah kaya mineral.

Musim di negara ini berlawanan dengan sebagian besar dunia. Ketika negara-negara di belahan bumi utara mengalami musim dingin dan hasil pertanian menurun, Selandia Baru justru berada dalam masa panen.

Strategi Ekonomi yang Tepat Sasaran

Letak geografis yang terpencil membuat Selandia Baru lebih memilih mengekspor barang jadi daripada setengah jadi. Jarak 9.000 km dari China, 11.000 km dari Amerika Serikat, dan 20.000 km dari Eropa menjadi tantangan tersendiri.

Namun tantangan ini justru dijadikan peluang. Selandia Baru mengkhususkan diri pada produk bernilai tinggi seperti daging berkualitas premium, produk susu terbaik dunia, dan anggur kelas internasional.

Kebijakan Subsidi

Keputusan paling berani terjadi pada 1984 ketika pemerintah menghapus hampir seluruh subsidi pertanian. Langkah ini mengejutkan karena 40% pendapatan petani sebelumnya berasal dari bantuan pemerintah.

Hasilnya luar biasa positif. Produktivitas pertanian yang sebelumnya hanya 1,8% per tahun meningkat menjadi 4% setelah reformasi. Populasi sapi perah naik dari 3 juta menjadi 5 juta ekor.

Diversifikasi Produk

Selandia Baru tidak hanya mengandalkan satu komoditas saja. Negara ini mengembangkan sektor hortikultura dengan tanaman seperti kiwi dan anggur yang kini menjadi andalan ekspor.

Meski sektor pertanian bukan penyumbang terbesar PDB, lebih dari 65% lahan digunakan untuk pertanian dan peternakan. Ini menjadikan Selandia Baru negara swasembada pangan yang tangguh.