Holosen Sudah Berakhir! Kita Sudah Hidup di Zaman Baru Tanpa Sadar, Namanya Antroposen
- Youtube
Cianjur – Selama ini kita diajarkan bahwa kita hidup di zaman Holosen. Tapi ternyata para ilmuwan meyakini zaman itu sudah berakhir.
Dilansir dari Channel Youtube Geografyi, sekarang kita berada di era baru yang disebut Antroposen. Zaman di mana manusia menjadi kekuatan geologis terbesar di Bumi.
Berbeda dengan zaman Holosen sebelumnya yang berubah karena faktor alam, kali ini manusialah yang mengubah planet.
Mikroplastik di Mana-mana
Plastik kini menjadi fosil buatan manusia yang tersebar di seluruh planet. Partikel mikroplastik ditemukan di tempat-tempat paling tidak terbayangkan.
Dari puncak Everest, dasar Palung Mariana, hingga kutub utara yang beku. Yang lebih mengkhawatirkan, mikroplastik sudah masuk ke tubuh manusia.
Partikel ini ditemukan dalam darah, plasenta bayi, bahkan air susu ibu. Kita tidak hanya mencemari planet, tapi juga diri sendiri.
Di Indonesia, musim kemarau yang seharusnya mulai April justru diguyur hujan hingga Juli 2025. BMKG mencatat kemarau tertunda 30-50 hari di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.
Sawah yang biasanya mengering malah kebanjiran. Di belahan dunia lain, India dan Pakistan mengalami gelombang panas ekstrem.
Suhu mencapai 48 derajat Celsius di Rajasthan pada Juni. Anak-anak sekolah pingsan dan petani gagal panen karena cuaca yang tidak lagi bisa diprediksi.
Jejak Radioaktif Global
Uji coba bom nuklir sejak 1950-an meninggalkan jejak radioaktif di seluruh Bumi. Dari kutub utara hingga pulau terpencil di Pasifik, radiasi nuklir bisa ditemukan.
Ini menjadi penanda geologis global yang menandai dimulainya Antroposen. Para ilmuwan meyakini tahun 1950-an sebagai awal resmi Antroposen.
Sejak saat itu dampak manusia benar-benar melonjak tajam dalam segala aspek. Populasi meledak, konsumsi energi gila-gilaan, dan revolusi pertanian industri.