Puerto Rico Kehilangan Hampir 75 Persen Penduduk, Kenapa Mereka Kabur Semua?
- Youtube
Cianjur – Puerto Rico dulunya disebut Boriken yang berarti "tanah yang tak pernah padam" oleh penduduk aslinya. Ironisnya, pulau ini kini seperti tanah yang sekarat karena krisis ekonomi.
Penduduknya terus berkurang drastis setiap tahun. Pada 2006, Puerto Rico dihuni hampir 4 juta jiwa. Kini populasinya menyusut menjadi 3,2 juta orang saja.
Informasi ini dilansir dari Channel Youtube Geografyi. Berikut beberapa alasan mengapa Puerto Rico kehilangan penduduk hampir 75 persen.
1. Krisis Ekonomi yang Mencekik
Selama 20 tahun, Puerto Rico terjebak dalam krisis ekonomi yang berkepanjangan. Hampir separuh penduduk hidup di bawah garis kemiskinan.
Listrik yang seharusnya menjadi kebutuhan dasar malah jadi kemewahan yang sulit dijangkau. Tarif listrik di Puerto Rico lebih mahal daripada daratan Amerika Serikat.
Pemadaman bergilir sering terjadi berminggu-minggu. Kondisi ini memaksa warga untuk mencari kehidupan yang lebih baik di tempat lain.
Beban Utang Menghimpit
Puerto Rico menanggung utang sebesar 123 miliar dolar yang sangat berat. Pada 2016, pemerintah AS membentuk LAFTA untuk mengelola keuangan Puerto Rico.
Badan ini memangkas anggaran pendidikan hingga menutup 670 sekolah. Dana kesehatan juga dipotong drastis.
Jumlah dokter berkurang dari 14.500 pada 2009 menjadi hanya 9.000. Pelayanan publik semakin memburuk setiap tahunnya.
Badai Maria Memperparah Keadaan
Badai Maria pada September 2017 menghantam Puerto Rico tanpa ampun. Lebih dari 3.000 orang kehilangan nyawa akibat badai dan dampak susulannya.
Seluruh jaringan listrik rusak total dan 500.000 rumah hancur. Bantuan dari AS datang terlambat karena aturan Jones Act.
Undang-undang ini mengharuskan semua barang ke Puerto Rico menggunakan kapal AS yang mahal. Warga terpaksa menunggu bantuan dalam kelaparan dan kegelapan.