Tanpa Rel Kereta Trans Siberia, Rusia Mungkin Sudah Tidak Ada di Peta Dunia
- Youtube
Cianjur – Bayangkan kalau sebuah rel kereta api bisa menyelamatkan nasib sebuah negara raksasa. Itulah yang terjadi dengan Rel Trans Siberia di Rusia.
Pada abad ke-19, Kekaisaran Rusia punya masalah besar. Siberia yang kaya sumber daya alam terancam dikuasai negara lain karena terlalu jauh dari Moskow.
Tanpa koneksi yang kuat, Siberia bisa jatuh ke tangan Inggris, Cina, atau Jepang. Kekaisaran Rusia berisiko kehilangan akses ke Samudra Pasifik dan kekayaan alamnya.
Informasi menarik ini dilansir dari Channel Youtube Geografyi.
Ancaman dari Berbagai Pihak
Pada pertengahan abad ke-19, kawasan Pasifik Barat jadi pusat strategis dunia. Inggris, Spanyol, dan Portugis sudah memperkuat pengaruh mereka di wilayah itu.
Amerika Serikat membangun rel kereta api lintas benua untuk memperluas wilayah barat. Inggris juga membangun jalur kereta api Pasifik Kanada dengan tujuan serupa.
Siberia sendiri dalam kondisi lemah dengan populasi sangat sedikit. Kota terbesar seperti Irkutsk dan Krasnoyarsk cuma dihuni sekitar 45.000 penduduk.
Visi Cerdas Sergei Witte
Sergei Witte yang diangkat jadi Menteri Keuangan pada 1892 punya visi luar biasa. Dengan angkatan laut Rusia yang lemah, kekuatan daratan harus jadi tumpuan utama.
Rel Trans Siberia dirancang membentang lebih dari 9.300 km menghubungkan Moskow dengan Vladivostok. Jalur ini harus melintasi medan sangat menantang seperti pegunungan dan Danau Baikal.
Pembangunan dimulai pada 1891 dengan target selesai dalam 10 tahun. Puluhan ribu pekerja terlibat, termasuk tahanan dan migran dengan upah rendah.
Ujian Berat Perang Rusia-Jepang
Pada 1904, proyek ini mendapat ujian berat ketika Jepang menyerang Port Arthur. Rel Trans Siberia jadi tulang punggung logistik mengangkut 120.000 tentara ke Manchuria.
Sayangnya jalur tunggal saat itu tidak cukup cepat dan hambatan di Danau Baikal memperparah situasi. Kekaisaran Rusia kalah dalam perang tersebut.
Kekalahan ini tidak mematahkan semangat. Antara 1905-1916, dilakukan perbaikan besar-besaran dengan membangun jalur ganda dan jembatan kokoh.
Dampak Luar Biasa
Pada 1916, Rel Trans Siberia selesai sebagai jalur sepanjang 9.300 km yang tak tertandingi. Populasi Siberia melonjak dari 4,6 juta pada 1897 menjadi 7,6 juta pada 1914.