Belanda Nekat Ciptakan Daratan Baru dari Laut, Begini Caranya Lawan Banjir

Ilustrasi Belanda menciptakan daratan baru
Sumber :
  • Youtube

Cianjur – Belanda adalah negara kecil yang terletak di antara Belgia dan Jerman. Di sebelah utaranya ada Laut Utara yang terus menerus menerjang daratan.

img_title Belanda Taklukkan Air Sejak Ratusan Tahun Lalu, Indonesia Harus Belajar!

Kalau dulu pemerintah Belanda tidak melakukan upaya pengendalian, mungkin negara ini sudah tenggelam. Hampir seperempat wilayahnya berada di bawah permukaan laut.

Tapi orang Belanda punya cara genius untuk melawan air laut. Dilansir dari Channel Youtube Geografyi, mereka berhasil menciptakan daratan baru dari laut yang tadinya berbahaya.

img_title Proyek Turbin Angin Laut Jerman 960 MW Selesai 97 Hari, Teknologi Mitigasi Kebisingan Kurangi 24 Desibel Lindungi Lumba-

Bencana Banjir Mengubah Sejarah

Januari 1916 jadi titik balik sejarah Belanda. Angin kencang bertiup selama 3 hari dan mendorong air Laut Utara masuk ke Zuiderzee.

img_title Dari Petualangan Hingga Kepentingan Ekonomi, Inilah Alasan di Balik Kedatangan Belanda ke Indonesia

Di beberapa daerah, tingkat air naik hingga 70 cm. Tekanan besar ini bikin tanggul satu persatu mulai jebol.

Puluhan orang tewas dan ribuan lainnya kehilangan rumah. Peristiwa ini terjadi saat situasi ekonomi Belanda lagi sulit karena Perang Dunia I.

Bencana ini mendorong pemerintah Belanda menyetujui rencana ambisius. Mereka mau membangun tanggul yang mengubah lautan jadi danau dan lahan pertanian.

Sejarah Wilayah Belanda

10 ribu tahun lalu saat zaman es berakhir, es darat mencair dan naikkan permukaan laut. Peristiwa ini akhirnya membentuk Laut Utara dan danau besar di pusat Belanda.

Orang Romawi sekitar tahun 0 Masehi memberi nama danau ini Lacus Flevo. Danau ini terus menerus banjir setiap beberapa dekade.

Peristiwa banjir besar menewaskan ribuan hingga puluhan ribu orang. Ini berlanjut selama berabad-abad lamanya.

Pada abad pertengahan sekitar tahun 800 Masehi, danau bergabung dengan lautan. Danau yang dulunya disebut Almere ini jadi semakin luas.

Era Reklamasi Pertama

Belanda mulai jago mengelola air sejak abad ke-14. Mereka tidak cuma membangun tanggul, tapi mulai reklamasi tanah dari laut.

Pada abad ke-17, zaman keemasan Belanda, mereka jadi salah satu negara terkaya. Hal ini karena pesatnya pertumbuhan perdagangan VOC.

Tahun 1612, Belanda memutuskan mereklamasi bagian Beemster. Mereka pakai 43 kincir angin untuk mengeringkan air.

Lahan seluas 72 km² ini kemudian jadi kawasan pertanian yang tertata rapi. Investor yang tanam modal di Beemster dapat balik modal cuma dalam 1 tahun.

Halaman Selanjutnya
img_title