Fakta Unik Candi Preah Vihear yang Bikin Thailand dan Kamboja Perang!
- YouTube voidotid
Cianjur – Candi Preah Vihear di perbatasan Thailand-Kamboja memang bukan candi biasa.
Keindahannya yang luar biasa ternyata menyimpan cerita kelam yang terus berlanjut hingga kini.
Konflik terbaru bahkan terjadi pada Juli 2025 lalu. Thailand dan Kamboja kembali bentrok hebat di area candi bersejarah ini.
Puluhan nyawa melayang dan ribuan warga terpaksa mengungsi dari kampung halaman mereka.
Candi Hindu Termegah Abad ke-11
Candi Preah Vihear bukan sembarang bangunan tua. Kompleks kuil Hindu yang didedikasikan untuk Dewa Siwa ini dibangun sekitar abad ke-11 Masehi.
Letaknya yang berada di tepian dataran tinggi memberikan pemandangan spektakuler ke Dataran Rendah Kamboja.
Yang bikin takjub, kompleks candi ini terdiri dari serangkaian bangunan suci yang saling terhubung.
Jalur batu dan tangga sepanjang 800 meter menghubungkan seluruh bangunan dengan sempurna.
Ornamen batu yang terukir dengan presisi tinggi menjadi bukti kehebatan seniman Khmer kuno.
Berkat keunikan dan nilai historisnya yang tinggi, UNESCO mengakui Candi Preah Vihear sebagai Situs Warisan Dunia pada 2008.
Pengakuan ini semakin memperkuat klaim Kamboja atas candi tersebut.
Namun, hal ini justru memicu kemarahan Thailand yang merasa wilayah di sekitar candi juga milik mereka.
Putusan ICJ yang Tidak Tuntas
Konflik sebenarnya sudah berlangsung puluhan tahun. Pada 1962, Mahkamah Internasional (ICJ) memutuskan bahwa candi berada dalam kedaulatan Kamboja.
Putusan ini didasarkan pada interpretasi peta dan perjanjian sebelumnya.
Sayangnya, putusan ICJ tidak mencakup seluruh area di sekitar candi. Hal ini meninggalkan "area abu-abu" yang menjadi objek perselisihan berkelanjutan.
Thailand tetap mengklaim wilayah di sekitarnya sebagai bagian kedaulatan mereka.
Malaysia Jadi Penengah Konflik
Saat konflik memanas pada Juli 2025, Malaysia turun tangan sebagai mediator.
Perdana Menteri Anwar Ibrahim memfasilitasi perundingan antara kedua negara.
Hasilnya, gencatan senjata disepakati mulai 28 Juli tengah malam.
Namun, hanya berselang dua hari, militer Thailand menuduh pasukan Kamboja melanggar kesepakatan.
Pelanggaran terjadi di tiga titik sepanjang perbatasan sengketa. Situasi kembali memanas dan mengkhawatirkan masyarakat internasional.
Simbol Identitas yang Tak Tergantikan