Geger Senjata Nuklir AS Mendarat di Inggris, Rusia Ancam Perang Dunia Ketiga Pecah!
- YouTube Daftar Populer
Cianjur – Dunia kembali memanas karena ketegangan senjata nuklir antara Amerika Serikat dan Rusia.
Setelah 17 tahun absen, senjata nuklir AS kembali ditempatkan di tanah Inggris yang langsung memicu kemarahan Moskow.
Langkah kontroversial ini terjadi di tengah hubungan AS-Rusia yang makin memburuk akibat konflik Ukraina.
Para pengamat menilai ini sebagai eskalasi paling berbahaya sejak era Perang Dingin berakhir.
Kremlin tidak tinggal diam dan langsung mengeluarkan peringatan keras untuk Washington.
Presiden Putin bahkan menyebut langkah ini sebagai provokasi yang bisa memicu perang habis-habisan.
Pesawat Militer AS Terbang dari Pangkalan Nuklir
Laporan Bloomberg menyebutkan pesawat militer C-17 Amerika Serikat terbang dari pangkalan nuklir di New Mexico menuju RAF Lakenheath di Inggris.
Penerbangan ini dilakukan secara terbuka dengan transponder menyala, seolah Washington ingin Rusia tahu.
Ini menandai penempatan senjata nuklir pertama di Inggris sejak 2008 lalu.
Pangkalan RAF Lakenheath di Suffolk menjadi lokasi yang dipilih untuk menyimpan arsenal nuklir tersebut.
Apa yang Dibawa Amerika?
Para ahli menduga pesawat itu membawa bom nuklir jenis B61-12 yang sangat canggih.
Bom ini memiliki kekuatan tiga kali lipat dari bom yang menghancurkan Hiroshima pada 1945.
Senjata ini bisa diatur kekuatannya sesuai target yang dituju. Dengan teknologi navigasi terkini, akurasinya sangat tinggi dan sulit untuk dicegat.
Reaksi Keras Rusia
Vladimir Jabarov, wakil ketua komite urusan internasional Senat Rusia menyebut ini sebagai provokasi terhadap Rusia.
Moskow menganggap langkah ini sebagai ancaman langsung terhadap keamanan nasional mereka.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menegaskan bahwa Rusia memantau ketat perkembangan penempatan senjata nuklir di tanah Inggris.
Mereka berjanji akan membalas bukan dengan kata-kata, tapi tindakan nyata.
Mengapa Amerika Melakukan Ini?
Langkah ini menunjukkan bahwa AS tidak mengurangi kehadiran nuklirnya di Eropa.
Washington ingin memberikan sinyal kuat kepada Rusia bahwa NATO siap menghadapi ancaman apa pun.
Penempatan ini juga terkait dengan kegagalan diplomasi dalam menyelesaikan konflik Ukraina. Amerika menilai perlu memperkuat pertahanan sekutunya di Eropa.
Ketegangan nuklir antara dua kekuatan besar dunia ini mengingatkan kita pada masa-masa tergelap Perang Dingin.