Separuh Penduduk Maladewa Hidup Berdesakan di Pulau Seluas Jakarta Pusat

Male City
Sumber :
  • YouTube Jelajah bumi

Cianjur – Bayangkan sebuah kota di tengah lautan biru yang dihuni ratusan ribu orang.

img_title Azerbaijan Pamer Sistem Pertahanan FD-2000B China, Jangkau 200 Km Sangat Kuat!

Malé, ibu kota Maladewa, adalah realitas dari bayangan tersebut. Kota kecil ini menjadi rumah bagi separuh penduduk negara kepulauan di Samudra Hindia.

Dengan luas hanya 8,3 kilometer persegi, Malé berhasil menampung 252.000 jiwa.

img_title Ternyata Ada 5 Pulau Terkecil di Dunia yang Masih Dihuni Sampai Sekarang

Angka ini membuat kota tersebut masuk dalam lima besar kota terpadat di dunia.

Sungguh mencengangkan bagaimana sebuah pulau sekecil ini bisa menjadi pusat kehidupan.

img_title Pulau Surga Jadi Pangkalan Militer, 2000 Penduduk Asli Diusir Paksa Tanpa Kompensasi

Meski berukuran enam kali lebih kecil dari Jakarta Pusat, Malé tetap berkembang pesat.

Gedung-gedung pencakar langit menjulang tinggi di daratan yang terbatas. Kombinasi antara modernitas dan tradisi Islam terlihat jelas di setiap sudut kota.

Ukuran yang Tidak Masuk Akal

Malé hanya memiliki ketinggian 2,4 meter di atas permukaan laut. Kondisi ini membuat kota tersebut sangat rentan terhadap kenaikan permukaan air laut.

Namun, hal ini tidak menyurutkan semangat penduduk untuk terus membangun.

Dari 1.200 pulau di Maladewa, hanya 190 yang dihuni manusia. Sebagian besar penduduk memilih tinggal di Malé karena peluang ekonomi yang lebih baik.

Akibatnya, kepadatan penduduk mencapai tingkat yang luar biasa tinggi.

Solusi Kreatif Menghadapi Keterbatasan

Pemerintah Malé menerapkan berbagai solusi inovatif untuk mengatasi keterbatasan ruang.

Air tawar diproduksi melalui proses desalinasi menggunakan teknologi Reverse Osmosis. Sistem ini memompa air dari sumur-sumur yang tersebar di seluruh kota.

Untuk mengatasi masalah sampah, pemerintah memindahkannya ke Pulau Thilafushi.

Setiap hari, sekitar 33.000 ton sampah dikirim ke pulau tersebut. Pulau sampah ini bahkan tumbuh sekitar 1 meter per hari karena volume limbah yang terus bertambah.

Transformasi dari Nelayan ke Pariwisata

Dulunya, perikanan menjadi tulang punggung ekonomi Maladewa. Namun, sektor pariwisata kini mengambil alih peran tersebut.

Industri ini menyumbang 28% dari Produk Domestik Bruto negara dan 60% pendapatan devisa.

Lebih dari 130 pulau resort mewah tersebar di seluruh Maladewa.

Sebagian besar tamu internasional transit melalui Malé sebelum menuju resort pilihan mereka.

Hal ini membuat kota tersebut menjadi gerbang utama pariwisata negara.

Aturan Wisata yang Unik

Halaman Selanjutnya
img_title