Ramalan Jayabaya Tentang Kalisengsoro Terbukti di Era Digital Sekarang, Benarkah?

Ramalan Jayabaya
Sumber :
  • Youtube

Cianjur – Prabu Jayabaya dari Kerajaan Kediri dikenal karena kemampuan meramalkan masa depan. Ramalan Jayabaya sering dihubungkan dengan kondisi dunia saat ini.

img_title Daftar 7 Tank Tempur dengan Teknologi Canggih Rusia yang Bikin Negara Lain Gigit Jari!

Menurut Purwadi dari Lembaga Kajian Nusantara, ramalan Jayabaya mencakup empat zaman. Salah satunya adalah zaman Kalisengsoro yang menarik perhatian.

Dilansir dari Channel YouTube H21R, Zaman ini dicirikan oleh maraknya berita hoax dan penggunaan teknologi untuk penipuan.

img_title Daftar 7 Pesawat Kepresidenan Termahal di Dunia, Nomor 1 Harga Rp10 Triliun!

Ciri-Ciri Zaman Kalisengsoro

1. Maraknya Berita Hoax

img_title Kehebatan Jet Tempur Sukhoi Su-57 dalam Menembus dan Menghancurkan Sistem Pertahanan Musuh yang Ketat

"Pada zaman Kalisengsoro banyak sekali berita hoax berseliweran," kata Purwadi. Orang berbohong dengan mudah melalui media sosial dan teknologi.

Internet, email, radio, dan televisi digunakan untuk saling serang. Ujung-ujungnya banyak korban terutama saat ada bencana dan wabah penyakit.

2. Teknologi Jadi Alat Tipu-Tipu

Teknologi canggih disalahgunakan untuk menipu dan menyesatkan masyarakat. Media sosial jadi medan pertempuran informasi palsu.

Berita hoax tentang COVID-19 diolah untuk membuat gaduh dan kisruh. Ini sesuai dengan ramalan Jayabaya tentang kekacauan akibat informasi palsu.

3. Kebenaran dan Kebohongan Terlihat Jelas

Jayabaya bersabda "sing benar ketenger, sing salah seleh". Yang benar akan terdengar, yang salah akan terjatuh.

"Becik ketitik, olo ketoro" artinya yang baik terlihat, yang buruk tampak. Siapa yang berbuat baik akan terbukti, yang berbuat salah akan lengser.

Ajaran Bijak Jayabaya

1. Selalu Ingat dan Waspada

Jayabaya mengajarkan untuk "eling lan waspodo" atau ingat dan waspada. Kita harus selalu berhati-hati dalam menerima informasi.

"Sopo kang nibitio, wahyune bakal sirno" yang artinya siapa yang menanam keburukan, kebahagiaannya akan sirna. Ini peringatan agar tidak menyebarkan hoax.

2. Perubahan Besar Masyarakat

Jayabaya menggambarkan perubahan dengan "kali ilang kedunge, pasar ilang kumandange". Sungai kehilangan kedalamannya, pasar kehilangan gemanya.

Ini  menjadi tanda bahwa nilai-nilai tradisional mulai hilang. Masyarakat kehilangan pegangan moral di tengah kemajuan teknologi.

Relevansi dengan Era Digital Sekarang

Era digital saat ini sangat mirip dengan ramalan Zaman Kalisengsoro. Media sosial dipenuhi berita hoax dan menyesatkan yang meresahkan masyarakat.

Teknologi yang seharusnya memudahkan hidup justru disalahgunakan. Banyak orang terjebak dalam gelembung informasi dan echo chamber digital.

Halaman Selanjutnya
img_title