Kim Jong Un Murka, Besar Kapal Perang Perusak 5000 Ton Karam Sebelum Berlayar

Kapal perang Korea Utara dilaporkan tenggelam
Sumber :
  • Youtube

Cianjur – Kapal perang raksasa yang dibangun bertahun-tahun malah tenggelam saat peluncuran. Kejadian ini terjadi di hadapan Kim Jong Un sendiri di galangan Chongjin pada Mei 2025.

img_title Kapal Induk Rusia Admiral Kuznetsov Lebih Sering Mogok daripada Berlayar, Kok Bisa?

Bukan karena serangan musuh atau sabotase. Ini murni kegagalan teknis yang sangat memalukan. Dunia menyaksikan Korea Utara kehilangan muka di hadapan Kim Jong Un.

Kapal perusak kelas Joyong yang ditunggu-tunggu malah karam sebelum sempat berlayar. Gambar satelit kemudian menunjukkan kapal terguling di sisi dermaga dengan buritan tenggelam.

img_title Kapal Pemecah Es Militer Ivan Papanin Rusia Tembus Es 1,7 Meter Tebal, Bawa Rudal Kalibr dan Kh-35 Uran Jaga Arktik!

Data lengkap tentang insiden ini dirangkum dari Channel YouTube Data Fakta. Mari simak bagaimana kejadian memalukan ini terjadi dan dampaknya bagi Korea Utara.

Momen Kelam di Galangan Chongjin

img_title KRI Belati 622 Kapal Perang Hibrid Pertama Indonesia yang Bikin Negara Lain Melongo Kaget

Peluncuran dimulai dengan lancar menggunakan metode side launch. Kapal dilepaskan ke laut secara menyamping dari dermaga. Buritan menyentuh air lebih dulu sesuai rencana awal.

Tapi tiba-tiba haluan tersangkut di daratan. Kapal mulai miring dan tenggelam perlahan. Para teknisi panik, petinggi partai terdiam, Kim Jong Un wajahnya berubah dari bangga jadi marah besar.

Kapal Perang Perusak Terbesar yang Pernah Dibangun

Kapal ini memiliki bobot mencapai 5.000 ton, menjadikannya kapal perang terbesar yang pernah dibangun Korea Utara. Dirancang membawa rudal jelajah, peluncur vertikal, dan radar multifungsi canggih.

Beberapa analis menduga kapal ini disiapkan untuk membawa hulu ledak nuklir taktis. Bagian dari ambisi Kim Jong Un membangun kekuatan triad nuklir.

Kesalahan Fatal dalam Peluncuran

Metode side launch yang dipilih Korea Utara ternyata berisiko tinggi. Sebagian besar negara menggunakan dok kering atau sistem airbag untuk kapal sebesar ini. 

Korea Utara mungkin terpaksa pakai metode ini karena keterbatasan infrastruktur. Atau ingin efek visual yang megah di hadapan Kim Jong Un. Hasilnya malah jadi bencana yang mempermalukan.

Kemarahan Kim Jong Un dan Hukuman Berat

Kim Jong Un langsung bereaksi keras. Dia menyebut kejadian ini sebagai "tindakan kriminal" akibat kelalaian teknis. Empat pejabat tinggi langsung ditahan termasuk Kepala Insinyur Galangan dan anggota Komisi Militer Pusat.

Dalam rezim Kim Jong Un tidak ada ruang untuk kesalahan seperti ini. Apalagi yang terjadi di hadapan pemimpin tertinggi saat acara penting.

Halaman Selanjutnya
img_title