Gurun Paling Kering Dunia Ternyata Simpan Emas Putih, Tapi Kehilangan Sumber Mata Air

Gurun Atacama
Sumber :
  • Youtube

Cianjur – Gurun Atacama di Amerika Selatan adalah tempat terkering di planet ini. Beberapa wilayahnya tidak pernah melihat setetes air selama 400 tahun lebih.

img_title Cadangan Uranium Kalimantan Barat Mencapai 24 Ribu Ton untuk Energi Nuklir Indonesia!

Tapi siapa sangka, di balik kekeringan yang mencekam tersembunyi harta karun luar biasa. Litium adalah emas putih abad ke-21 yang menjadi nyawa semua perangkat elektronik modern. Dari ponsel pintar sampai mobil listrik, semuanya butuh bahan ini.

Sayangnya, mengambil kekayaan ini ternyata harus dibayar dengan air mata. Penduduk lokal yang sudah tinggal ribuan tahun kini kehilangan sumber kehidupan mereka. 

img_title Nauru Bertaruh pada Harta Karun Dasar Laut, Apakah Sejarah Tragis Akan Berulang?

Informasi ini dirangkum dari Channel YouTube Geografyi. Sumur-sumur mengering dan ladang-ladang layu karena air disedot untuk tambang.

Mengapa Gurun Atacama Begitu Kering?

img_title Fakta Menarik Gunung Salak, Dianggap sebagai Gunung Paling Angker di Jawa Barat

Gurun Atacama terletak di posisi geografis yang sangat unik. Wilayah ini terjepit antara pegunungan Andes setinggi 4.000 meter dan Samudra Pasifik yang dingin.

Kondisi ini menciptakan fenomena "bayangan hujan" yang sangat ekstrem. Angin lembab dari laut terhalang oleh dinding pegunungan raksasa tersebut.

Air hujan pun tumpah di sisi lain pegunungan saja. Atacama ditinggalkan dalam kekeringan abadi yang berlangsung ribuan tahun.

Curah hujan tahunannya hanya 0,8 mm di beberapa wilayah. Bandingkan dengan hutan hujan Amazon yang menerima ribuan milimeter curah hujan setiap tahun.

Kekayaan Litium

Selama jutaan tahun, air dari Andes yang menguap meninggalkan endapan garam. Di antara kristal garam yang berkilauan, terbentuk litium dalam jumlah luar biasa.

Salar de Atacama di Chile menjadi salah satu cadangan litium terbesar dunia. Bolivia memiliki Salar de Uyuni dengan luas lebih dari 10.000 km persegi.

Dataran garam ini menyimpan cadangan litium sekitar 21 juta ton. Argentina juga melengkapi dengan tambang-tambangnya yang tidak kalah besar.

Ketiga negara ini membentuk "segitiga litium" dunia yang sangat strategis. Nilai pasar litium global mencapai 22,19 miliar dolar pada 2023.

Harga Mahal di Balik Kemewahan Teknologi

Ekstraksi litium ternyata datang dengan harga yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Untuk menghasilkan satu ton litium, dibutuhkan sekitar 1,9 juta liter air.

Di gurun yang sudah kehilangan air selama ribuan tahun, pertanyaannya sederhana. Dari mana air sebanyak itu bisa didapat untuk proses tambang?

Halaman Selanjutnya
img_title