Mengapa Kutub Utara Tidak Terlihat di Peta Seperti Kutub Selatan, Bukan Daratan?
- Youtube
Cianjur – Pernahkah kamu bertanya-tanya mengapa kutub utara tidak terlihat jelas di peta dunia? Berbeda dengan kutub selatan yang tampak sebagai benua utuh.
Ternyata ada alasan geografis yang menarik di balik perbedaan ini. Kutub utara dan kutub selatan memiliki karakteristik yang sangat berbeda.
Perbedaan ini mempengaruhi banyak aspek kehidupan di kedua wilayah. Mulai dari iklim, fauna, hingga aktivitas manusia di sana. VIVA Cianjur merangkum informasi dari Channel Youtube Geografyi.
Pengetahuan tentang kutub utara ini penting untuk memahami perubahan iklim global. Kawasan Samudra Arktik memiliki peran besar dalam keseimbangan cuaca dunia.
Lokasi dan Karakteristik Kutub Utara
Kutub utara adalah titik paling utara di bumi. Di titik ini, semua arah mengarah ke selatan. Polaris atau bintang utara hampir tidak bergerak di langit di atas kutub.
Kutub utara terletak di Samudra Arktik sekitar 725 kilometer utara Greenland. Berbeda dengan kutub selatan yang berada di atas daratan benua Antarktika.
Mengapa Kutub Utara Tidak Tampak di Peta Dunia?
Kutub utara berada di atas air yang hampir selalu tertutup es. Ketebalan es mencapai 2-3 meter dengan kedalaman laut 4.080 meter. Inilah sebabnya kutub utara tidak terlihat hamparan jelas di peta.
Sementara kutub selatan berada di atas daratan benua. Hal ini mendasari mengapa kutub selatan disebut benua sedangkan kutub utara tidak.
Lingkaran Arktik dan Wilayah Sekitarnya
Lingkaran Arktik adalah garis khayal di peta bumi. Garis ini menandai wilayah yang mengalami matahari tengah malam. Di seluruh wilayah ini, matahari berada di atas cakrawala 24 jam terus-menerus.
Demikian pula saat musim dingin, matahari berada di bawah cakrawala 24 jam. Fenomena ini disebut malam tengah hari yang sangat unik.
Negara-Negara dalam Lingkaran Arktik
Lingkaran Arktik memotong delapan negara dan wilayah. Termasuk Norwegia, Swedia, Greenland, Denmark, Finlandia, India, Rusia, Amerika Serikat, Kanada, dan Islandia. Beberapa ibu kota negara masuk dalam lingkaran ini.
Kota-kota tersebut antara lain Reykjavik, Helsinki, Oslo, Riga, Moskow, Copenhagen, Vilnius, dan Minsk. Mereka mengalami fenomena siang dan malam ekstrem.