Rahasia Bangunan Kuno Dunia yang Bertahan Ribuan Tahun Tanpa Teknologi Modern
- Youtube
Cianjur – Keajaiban dunia yang masih berdiri hingga kini selalu memukau siapa saja yang melihatnya. Bangunan kuno yang megah ini berhasil bertahan selama ratusan bahkan ribuan tahun.
Padahal teknik konstruksi zaman dulu belum secanggih sekarang. Bagaimana mungkin mereka bisa tetap kokoh menghadapi berbagai tantangan alam?
Setiap situs keajaiban dunia memiliki cerita unik di balik ketahanannya. VIVA Cianjur merangkum informasi ini dari Channel Youtube Data Fakta.
Tembok Besar China memiliki panjang mencapai 21.200 kilometer menurut penelitian terbaru. Dibangun oleh Kaisar Qin Shi Huang pada abad ke-3 sebelum masehi. Tujuannya mencegah serangan dari masyarakat nomaden utara.
Pembangunannya tidak dilakukan sekaligus melainkan bertahap selama ratusan tahun. Total material yang digunakan mencapai 100 juta ton batu bata dan lumpur.
Sebelum ada teknologi modern, mereka hanya mengandalkan tanah yang dipadatkan. Bahkan kayu dan alang-alang juga digunakan sebagai material utama.
Penelitian Sejiang University menemukan fakta menarik lainnya. Jeruk nipis dan campuran beras ketan digunakan sebagai adonan perekat.
Proses pembangunan melibatkan ratusan ribu pekerja paksa. Lebih dari 300.000 tentara, tawanan, dan petani dipaksa menyelesaikan proyek ini. Kondisi kerja sangat berat dengan cuaca dingin dan persediaan makanan minim.
Tragisnya, sekitar 400.000 jiwa menjadi korban dalam proses pembangunan. Tembok ini benar-benar dibangun dengan darah dan air mata para pekerja.
2. Machu Picchu
Machu Picchu terletak 2.400 meter di atas permukaan laut. Situs ini menjadi satu-satunya yang tidak dihancurkan bangsa Spanyol. Alasannya sederhana, penjajah tidak pernah menemukan lokasi tersembunyi ini.
Baru pada 1911 penjelajah Hiram Bingham menemukannya. Sekitar 75% konstruksi masih asli dengan 3.000 anak tangga menghubungkan kompleks.
Suku Inca mengenal teknik konstruksi canggih bernama ashlar. Para pekerja memoles dan mengukir batu granit dengan sangat hati-hati. Bentuknya dibuat agar cocok dan presisi satu sama lain.
Hasilnya tidak ada celah sama sekali di antara batu-batu. Meski tanpa mortar atau perekat, konstruksi ini tahan gempa kuat.
3. Petra
Petra di Yordania dibangun sebagai ibukota Kerajaan Nabatean sejak 312 sebelum masehi. Yang menakjubkan, seluruh kota dibangun dengan mengukir tebing batu. Arsitekturnya dibuat langsung dari gunung yang terjal.