Islam Mulai Berkembang di Korea Utara, Masjid Ar-Rahman Jadi Simbol Kebebasan Beragama?
- Youtube
Cianjur – Korea Utara dikenal sebagai negara yang sangat ketat mengatur kehidupan rakyatnya. Sistem pemerintahan komunis ini memang terkenal tidak memberikan kebebasan beragama.
Namun siapa sangka, ternyata ada komunitas muslim yang berkembang di sana. Mereka menjalankan ibadah secara tersembunyi selama bertahun-tahun.
Perkembangan Islam di Korea Utara memang unik dan menarik untuk dibahas. VIVA Cianjur merangkum informasi ini dari Channel Youtube Data Fakta.
Kebijakan keagamaan Korea Utara memang sangat membatasi kebebasan beragama. Meski konstitusi menjamin hak beragama, kenyataannya berbeda di lapangan.
Sejarah Masuknya Islam ke Korea Utara
Islam pertama kali masuk ke Korea Utara bukan melalui dakwah biasa. Agama ini datang melalui interaksi diplomatik dengan negara-negara muslim. Pedagang muslim dari Persia dan Arab sudah mencapai Korea sejak abad ke-9.
Namun pengaruh Islam baru terasa nyata di abad ke-20. Kehadiran diplomat muslim dari Timur Tengah membawa perubahan signifikan.
Kondisi Muslim di Bawah Rezim Kim
Sejak Korea terpecah pasca Perang Dunia II, situasi berubah drastis. Korea Utara membentuk sistem yang menolak keberadaan agama dalam masyarakat. Seluruh penduduk dibentuk dengan doktrin mengagungkan keluarga Kim.
Akibatnya, komunitas muslim hidup dalam keterbatasan besar. Mereka tidak bisa membangun masjid atau menyebarkan ajaran agama secara bebas.
Pertumbuhan Jumlah Muslim
Data dari Pure Research Center menunjukkan tren menarik. Jumlah muslim di Korea Utara meningkat dari 1.000 orang pada 1990. Angka ini naik menjadi 3.000 orang di tahun 2010.
Sebagian besar adalah diplomat dan pekerja asing. Mereka berasal dari negara sahabat Korea Utara seperti Iran dan Pakistan.
Masjid Ar-Rahman sebagai Pusat Ibadah
Pyongyang menjadi kota dengan populasi muslim terbesar di Korea Utara. Di sini berdiri satu-satunya masjid resmi, yaitu Masjid Ar-Rahman. Masjid ini dibangun di kompleks Kedutaan Besar Iran pada 1985.
Awalnya hanya untuk staf kedutaan Iran saja. Namun karena menjadi satu-satunya masjid, tempat ini terbuka untuk semua muslim.
Aktivitas Keagamaan Terbatas
Kehidupan beragama di Korea Utara berlangsung dalam keterbatasan ketat. Muslim hanya boleh beribadah di dalam kompleks kedutaan. Penyebaran agama kepada warga lokal sangat dilarang.