Mega Proyek Terusan Panama, Membelah Benua dengan Puluhan Ribu Korban Jiwa
- Youtube
Cianjur – Terusan Panama disebut sebagai salah satu keajaiban dunia buatan manusia. Namun di balik kemegahannya, tersimpan kisah kelam ribuan nyawa yang melayang.
Mega proyek ini berhasil memangkas jarak pelayaran hingga 15.000 kilometer. Kapal-kapal tidak perlu lagi memutar ke ujung selatan Amerika untuk berpindah dari Atlantik ke Pasifik.
Pendapatan yang dihasilkan mencapai lebih dari 2 miliar dolar per tahun. Angka fantastis ini membuat banyak negara iri dengan kesuksesan ekonomi Panama.
VIVA Cianjur merangkum informasi mengenai sejarah Terusan Panama ini dari Channel Youtube Data Fakta. Berikut kisah kelam pembangunan mega proyek yang membelah dua benua.
Ide Awal yang Muncul Sejak Abad 16
Ide membangun terusan di Panama sebenarnya sudah muncul sejak tahun 1513. Vasco Nunez de Balboa membayangkan bisa menuju Samudra Pasifik tanpa harus berputar ke selatan.
Tanah Panama yang menghubungkan Amerika Utara dengan Amerika Selatan memang strategis. Wilayah ini diapit oleh Samudra Atlantik dan Pasifik sehingga ideal untuk terusan.
Pada tahun 1524, ide ini sampai ke telinga Raja Charles V dari Spanyol. Beliau menerima proposal pembangunan terusan yang menghubungkan dua samudra besar.
Sayangnya ide brilian ini tidak terwujud selama ratusan tahun. Dibutuhkan waktu hingga 300 tahun untuk memunculkan kembali gagasan ambisius tersebut.
Ferdinand de Lesseps dan Mimpi Buruk Prancis
Ide terusan bangkit kembali berkat seorang insinyur Prancis bernama Ferdinand de Lesseps. Dia adalah orang yang sukses membangun Terusan Suez dan berharap kesuksesan terulang.
Pembangunan dimulai tahun 1881 melalui persetujuan dan pendanaan pemerintah Prancis. Namun proyek ini ternyata jauh lebih sulit dari perkiraan awal.
Proyek terhenti di tahun 1888 ketika kanal baru selesai 40 persen. Ferdinand de Lesseps bahkan divonis lima tahun penjara dengan tuduhan penggelapan dana.
Amerika Serikat Mengambil Alih Proyek
Setelah kegagalan Prancis, Amerika Serikat mulai tertarik dengan proyek terusan ini. Mereka menawarkan 10 juta dolar kepada Kolombia untuk menebus Terusan Panama.
Kolombia menolak tawaran tersebut pada Agustus 1903 setelah perdebatan panjang. Penolakan ini memicu reaksi keras dari kelompok pejuang Panama.