Kenapa Iran Bermazhab Syiah Padahal Dulu Mayoritas Penduduknya Sunni?
- Youtube
Cianjur – Iran dikenal sebagai negara Islam Syiah terbesar di dunia. Namun tahukah kamu bahwa dahulu Iran justru bermazhab Sunni selama berabad-abad?
Perubahan mazhab ini tidak terjadi secara alami atau sukarela dari rakyatnya. Ada sejarah di balik perubahan besar-besaran yang mengubah wajah keagamaan Iran.
Selama 9 abad setelah Islam masuk ke Persia, penduduk Iran mengikuti mazhab Ahlussunnah wal Jamaah. Praktik keagamaan mereka sama dengan mayoritas Muslim di dunia saat itu.
VIVA Cianjur merangkum informasi mengenai sejarah mazhab Iran ini dari Channel Youtube Data Fakta. Berikut penjelasan lengkap mengapa Iran berubah dari Sunni menjadi Syiah.
Masuknya Islam ke Tanah Persia
Islam masuk ke wilayah Persia (Iran) melalui penaklukan muslim pada abad ke-7 Masehi. Sejak saat itu, penduduk setempat memeluk Islam dengan mazhab Sunni.
Selama 9 abad berikutnya, Iran menjadi bagian dari dunia Islam Sunni. Aktivitas keagamaan, pendidikan, dan budaya semuanya mengikuti tradisi Ahlussunnah wal Jamaah.
Tidak ada tanda-tanda bahwa penduduk Iran akan beralih ke mazhab lain. Kehidupan beragama berjalan normal layaknya wilayah Muslim Sunni di tempat lain.
Namun kondisi ini berubah drastis ketika muncul dinasti baru yang ambisius. Perubahan politik membawa dampak besar terhadap kehidupan keagamaan masyarakat Iran.
Berdirinya Dinasti Safawi
Dinasti Safawi didirikan oleh Syah Ismail I pada awal abad ke-16. Pendirian dinasti ini menjadi titik balik sejarah keagamaan Iran yang tidak pernah terlupakan.
Syah Ismail I berhasil menduduki Singgasana Tabriz dan merebut wilayah Iran dari Turki. Sejak saat itu, dia menjadikan Islam Syiah sebagai agama resmi negara.
Keputusan ini dilatarbelakangi kebencian mendalam terhadap Ahlussunnah yang menghancurkan Dinasti Fatimiyah di Mesir tahun 1171. Dendam sejarah menjadi motivasi utama perubahan mazhab.
Periode kekuasaan Dinasti Safawi (1501-1722) dapat disebut masa transisi paling berdarah. Iran berubah dari benteng Sunni menjadi benteng spiritual Islam Syiah.
Konsep 12 Imam dalam Syiah
Sebelum masa Syah Ismail I, terdapat beberapa aliran dalam Syiah. Dua cabang paling dominan adalah Ismailiyah dan Syiah Zaidiyah di berbagai wilayah.