Fakta Sengketa Laut China Selatan yang Libatkan Banyak Negara, Mengapa Jadi Rebutan?
- Youtube
Cianjur – Laut China Selatan menjadi salah satu wilayah strategis di dunia. Perairan ini menjadi pusat perhatian berbagai negara karena nilai ekonomi dan politiknya.
Sengketa wilayah maritim di kawasan ini melibatkan beberapa negara besar Asia. Tiongkok sebagai klaim utama menghadapi resistensi dari negara-negara tetangga.
Masalah Laut China Selatan tidak hanya menyangkut kedaulatan wilayah. Aspek ekonomi, militer, dan geopolitik global turut mempengaruhi dinamika sengketa.
Lokasi dan Karakteristik
VIVA Cianjur merangkum informasi ini dari Channel YouTube Data Fakta. Laut China Selatan merupakan laut tepi yang menjadi bagian Samudra Pasifik. Wilayah ini membentang dari Selat Karimata hingga Selat Taiwan dengan luas 3,5 juta km².
Perairan ini berisi lebih dari 200 pulau kecil, karang, dan terumbu. Sebagian besar pulau tersebut tidak dapat dihuni manusia.
Batas geografis Laut China Selatan sangat kompleks dan melibatkan banyak negara. Di sebelah selatan berbatasan dengan China, timur dengan Vietnam.
Sebelah barat berbatasan dengan Filipina, dan selatan dengan Semenanjung Malaya. Kepulauan Bangka Belitung dan Kalimantan juga menjadi bagian perbatasan.
Tiongkok mengklaim kedaulatan atas mayoritas perairan dengan dasar historis. Mereka menyebut nelayan tradisional China telah menjelajah kawasan ini sejak 200 sebelum Masehi.
Tiongkok bahkan mengklaim adanya pemukiman di era dinasti dengan bukti temuan arkeologis. Pada 1948, mereka mempertegas klaim dengan "9 garis putus-putus".
Penolakan Internasional
Perserikatan Bangsa-Bangsa tidak mengakui klaim Tiongkok atas Laut China Selatan. Dasar penolakan adalah ketidaksesuaian dengan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).
Konvensi Hukum Laut PBB 1982 menetapkan kedaulatan negara hanya 200 mil dari bibir pantai. Klaim Tiongkok jauh melampaui batas yang disepakati internasional.
Ketegangan di Laut China Selatan telah berlangsung sejak tahun 1970-an. Negara yang turut mengklaim kedaulatan antara lain Brunei, Indonesia, Malaysia, Filipina, Vietnam, dan Taiwan.
Masing-masing negara memiliki kepentingan ekonomi dan strategis di kawasan ini. Sengketa menjadi semakin kompleks karena melibatkan banyak pihak.
Kekayaan Sumber Daya
Laut China Selatan menjadi jalur tercepat dari Samudra Pasifik ke Samudra Hindia. Perairan ini menghubungkan Asia Timur dengan India, Asia Barat, Eropa, dan Afrika.