Bikin Merinding, Ini Prediksi Inggris Jika Prabowo Jadi Presiden di Indonesia!
- Youtube.com
Cianjur – Banyak yang terkejut setelah membaca prediksi Inggris soal masa depan Indonesia. Nama Prabowo sebagai pemimpin Indonesia jadi sorotan utama dari ulasan yang mereka keluarkan.
Prediksi Inggris ini datang dari lembaga riset CH House yang berbasis di London. Mereka menyoroti bagaimana gaya kepemimpinan Prabowo bisa berdampak besar bagi arah kebijakan nasional.
Prabowo disebut akan membawa perubahan berbeda dibandingkan pemimpin sebelumnya. Prediksi Inggris ini tidak hanya membahas dalam negeri, tapi juga arah diplomasi global Indonesia.
Sebagai Presiden Indonesia, Prabowo diprediksi bakal menjalankan kebijakan dengan gayanya sendiri. Banyak pihak menilai hasil akhirnya bisa membuat kita semua merinding kalau tidak dikelola dengan hati-hati.
1. Visi Industrialisasi Penuh Ambisi
Prabowo ingin agar Indonesia tidak terus menerus mengekspor bahan mentah seperti nikel, minyak sawit, atau bauksit. Ia ingin negeri ini bisa mengolah semua itu sendiri dan punya industri yang kuat dan berdiri di atas kaki sendiri.
Keinginan ini tentu positif, tapi tantangannya besar. Perlu teknologi, SDM, dan kebijakan yang konsisten.
Inggris memprediksi, meskipun arahnya sama dengan Jokowi, Prabowo tidak akan sedetail Jokowi dalam urusan investasi asing. Ini yang bisa jadi penghambat.
2. Ibu Kota Baru Tetap Jadi Proyek Prioritas
CH House memprediksi proyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan tetap lanjut.
Nilainya sangat besar, mencapai 33 miliar dolar. Prabowo kemungkinan akan melanjutkannya karena sudah menjadi simbol transformasi nasional.
Namun, belum jelas bagaimana Prabowo akan menyeimbangkan biaya pembangunan ini dengan kondisi fiskal Indonesia yang terbatas.
Inggris khawatir jika proyek ini terlalu menyedot dana, maka program sosial dan lainnya bisa terganggu.
3. KPK dan Demokrasi Diprediksi Hadapi Tekanan
Dalam ulasannya, CH House menyoroti bahwa demokrasi Indonesia sempat mengalami kemunduran di masa Jokowi.
Check and balance seperti KPK dinilai melemah. Mereka khawatir Prabowo melanjutkan tren ini.
Apalagi Prabowo pernah mengkritik sistem demokrasi yang dianggapnya terlalu rumit dan mahal.
Beberapa aktivis HAM juga khawatir, jika sistem pengawasan tidak diperkuat, maka kekuasaan bisa terlalu terpusat di tangan presiden.