Perang Thailand vs Kamboja Pecah di 8 Titik, Jet Tempur Saling Serang, Ratusan Ribu Warga Mengungsi
- Youtube
Cianjur – Situasi di Asia Tenggara kembali memanas dengan pecahnya konflik bersenjata antara Thailand dan Kamboja. Perang ini terjadi di sepanjang perbatasan 800 kilometer yang memisahkan kedua negara.
Konflik yang dimulai hari Kamis ini telah memaksa ratusan ribu warga sipil meninggalkan rumah mereka. Amerika, China, dan Malaysia sebagai ketua ASEAN telah menawarkan diri untuk menengahi.
Namun Thailand menolak bantuan internasional dan bersikeras menyelesaikan konflik dengan cara mereka sendiri. Pertanyaannya, apakah warga sipil bisa menunggu lebih lama sementara perang makin meluas?
VIVA Cianjur merangkum informasi ini dari Channel Youtube Data Fakta yang membahas perkembangan konflik perbatasan kedua negara ASEAN ini.
Saling Serang dengan Senjata Berat
Peluncur roket Kamboja dilaporkan hangus terbakar setelah diserang jet tempur F-16 Thailand. Sebelumnya, dua provinsi di Thailand menjadi sasaran roket BM-21 yang menurut sumber militer terarah terhadap warga sipil.
Hawitzer beroda M758 ATMJ 155 mm Thailand kemudian memasuki arena pertempuran. Mereka menargetkan dan menghancurkan sistem roket peluncur ganda BM-21 Kamboja di distrik Chom Krasam.
Klaim Menembak Jatuh Jet Tempur
Kamboja mengklaim berhasil menembak jatuh salah satu jet tempur F-16 Thailand. Jurnalis veteran Kamboja melaporkan bahwa Thailand menggunakan jet tempur F-16 untuk menjatuhkan bom ke medan pertempuran.
Namun Angkatan Udara Thailand membantah laporan tersebut. Mereka menyebut kabar jatuhnya F-16 adalah berita palsu dan seluruh pesawat kembali dengan selamat.
Delapan Titik Medan Pertempuran
Angkatan Darat Thailand merinci delapan titik yang menjadi medan baku tembak. Titik pertama berada di Distrik Kantaralak, Provinsi Sisaket yang menjadi lokasi serangan terhadap pom bensin dan supermarket.
Provinsi lain yang terdampak adalah Surin, Ubon Rachatani, dan Buriram. Jika ditelusuri lewat Google Maps, semua lokasi berbatasan langsung dengan Kamboja dalam radius 100 kilometer.
Status Darurat Militer
Pemerintah Thailand mengumumkan status darurat militer di tujuh provinsi pada hari Jumat. Komandan Pertahanan Perbatasan menyebut darurat militer berlaku setelah Kamboja menginvasi Thailand di sepanjang perbatasan.
Pernyataan tersebut dibuat untuk menjaga kedaulatan nasional dan integritas teritorial. Dewan Keamanan PBB akan mengadakan pertemuan darurat untuk membahas krisis yang meningkat.