Eropa Tidak Punya Gedung Pencakar Langit Setinggi Asia, Ternyata Ini Alasannya!
- Youtube
Cianjur – Pernahkah kamu bertanya-tanya mengapa di Eropa tidak banyak gedung pencakar langit? Padahal negara-negara di Asia seperti China dan Malaysia berlomba membangun gedung setinggi mungkin.
Faktanya, ada alasan menarik di balik fenomena ini. Eropa memang sengaja membatasi pembangunan gedung tinggi untuk berbagai kepentingan.
Sebenarnya, gedung pencakar langit pertama justru dibangun di Chicago, Amerika Serikat pada akhir abad ke-19. Eropa pun ikut membangun gedung tinggi pada masa itu.
VIVA Cianjur merangkum informasi ini dari Channel Youtube Data Fakta. Berikut beberapa alasan kenapa Eropa tidak memiliki gedung pencakar langit setinggi di Asia.
Warisan Sejarah yang Harus Dijaga
Negara-negara Eropa sudah lebih dulu maju dalam pembangunan sejak sebelum masehi. Banyak bangunan bersejarah yang masih bertahan hingga sekarang.
Mereka lebih mengutamakan pelestarian arsitektur lama yang sudah ada. Hal ini membuat ruang kosong untuk membangun gedung baru menjadi terbatas.
Dampak Perang Dunia Kedua
Pasca Perang Dunia II, seluruh benua Eropa terdampak dan harus merekonstruksi kota mereka. Banyak bangunan bersejarah yang paling dihargai benar-benar hancur.
Alih-alih modernisasi, mereka justru meniru arsitektur sebelumnya. Tujuannya untuk merefleksikan suasana sebelum perang terjadi.
Undang-Undang Pembatasan Tinggi Bangunan
Eropa memiliki aturan khusus yang membatasi tinggi bangunan. Aturan ini ditujukan untuk melestarikan estetika bangunan bersejarah.
Di Athena, bangunan tidak boleh melebihi 12 lantai agar tidak menghalangi pemandangan Parthenon. Sementara di Roma, tidak ada bangunan yang dapat melebihi ketinggian kubah Basilika Santo Petrus.
Contoh Kasus Paris dan Menara Eiffel
Bayangkan jika Menara Eiffel di Paris dikelilingi gedung pencakar langit seperti New York. Bukankah Menara Eiffel tidak akan terlihat indah dari kejauhan?
Inilah yang ingin dihindari oleh negara-negara Eropa. Mereka ingin memperlihatkan keindahan landmark di negara tersebut.
Kondisi Tanah yang Tidak Mendukung
Beberapa kota di Eropa juga memiliki kondisi tanah yang tidak ideal. Contohnya Berlin di Jerman yang memiliki kontur tanah lembek dan berpasir.
Kondisi ini menjadi alasan tambahan mengapa Berlin tidak memiliki banyak gedung pencakar langit. Faktor geografis turut mempengaruhi kebijakan pembangunan.