5 Tokoh Nasional Ini Ada di Buku Menjerat Gus Dur, Terlibat Skenario Jatuhkan Presiden?
- Youtube
Cianjur – Sebuah buku karya Virdika Rizky Utama mengungkap skenario gelap di balik kejatuhan Presiden Gus Dur. Buku tersebut membongkar dokumen rahasia yang menyebut berbagai tokoh nasional.
Skenario yang diberi nama "Semut Merah" ini melibatkan berbagai kalangan mulai dari politisi hingga tokoh agama. Dokumen ini berasal dari laporan DPP Golkar yang tidak sengaja ditemukan.
Siapa saja tokoh nasional yang namanya disebut dalam skenario tersebut? Keterlibatan mereka cukup mengejutkan karena beberapa dikenal sebagai figur religius.
Berikut daftar lengkap tokoh-tokoh yang terlibat dalam skenario menjatuhkan Gus Dur seperti yang Viva Cianjur kutip dari Channel Youtube Data Fakta.
1. Fuad Bawazir
Mantan Menteri Keuangan kabinet terakhir Soeharto ini dikenal sebagai politisi yang dekat dengan rezim Orde Baru. Beliau juga merupakan salah satu pendiri Partai Hanura.
Fuad Bawazir pernah menjadi target isu miring terkait laporan kekayaannya. KPK bahkan sempat memperingatkan SBY soal kejanggalan dalam laporan hartanya.
2. Amin Rais
Tokoh yang dijuluki Bapak Reformasi ini paradoks karena justru terlibat menjatuhkan presiden. Sebagai Ketua MPR, beliau yang mengangkat sekaligus menurunkan Gus Dur.
Amin Rais dikenal sebagai politisi sekaligus ustaz yang sangat berpengaruh. Tindakan politisnya dalam kasus Gus Dur menunjukkan sisi lain dari sosok yang dihormati ini.
Sebagai Ketua DPP Golkar, Akbar Tanjung menerima laporan tentang skenario semut merah. Beliau juga yang menggerakkan alumni HMI dalam operasi penjatuhan Gus Dur.
Kedekatan Akbar dengan Soeharto membuat posisinya strategis dalam skenario ini. Pengalaman sebagai menteri di era Orde Baru membuatnya paham seluk-beluk kekuasaan.
Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini ternyata juga terlibat sebagai politisi Golkar. Tugasnya mengkoordinasi MUI untuk mencabut dukungan terhadap Gus Dur.
Din Syamsuddin memanfaatkan kasus Ajinomoto untuk mempengaruhi ulama dan tokoh agama. Posisinya di Muhammadiyah membuatnya mudah memobilisasi dukungan.
Sebagai Wakil Presiden, Megawati menjadi kandidat pengganti Gus Dur sesuai konstitusi. Keterlibatannya dalam skenario ini cukup logis karena posisinya yang strategis.
Megawati dinilai lebih mudah dikendalikan dibanding Gus Dur yang keras kepala. Ini menjadi pertimbangan utama para dalang skenario semut merah.