Fakta Menarik, 5 Negara Kaya Ini Warganya Tidak Percaya Tuhan

Jalanan di China
Sumber :
  • Youtube

Cianjur – Sebuah studi mengungkap fakta menarik tentang hubungan antara kekayaan negara dan tingkat religiusitas. Ternyata beberapa negara kaya cenderung tidak percaya tuhan.

img_title Menelusuri Jejak Tokoh Agama Hebat dari Cianjur, Kota Santri yang Penuh Kisah Inspiratif

Pew Research Center menemukan kaitan erat antara PDB per kapita dengan tingkat religiositas suatu negara. Semakin tinggi kesejahteraan ekonomi, semakin rendah tingkat keberagamaan penduduknya.

Fenomena ini cukup mengejutkan karena berlawanan dengan pemahaman umum masyarakat. Banyak yang mengira negara maju justru akan lebih paham agama karena pendidikannya tinggi.

img_title 6 Fakta Menarik Kabupaten Cianjur, Jelajahi Keindahan dan Sejarah yang Tersembunyi!

Lantas negara kaya mana saja yang mayoritas penduduknya tidak percaya Tuhan? Berikut daftarnya seperti yang Viva Cianjur kutip dari Channel Youtube Data Fakta.

1. China

img_title Belgia Aman Tanpa Pemerintah, Kok Bisa Negara Ini Tetap Hidup Santuy dan Tenang?

Negara dengan julukan Tirai Bambu ini menempati posisi teratas sebagai negara paling tidak religius. Sekitar 61% penduduk China mengaku tidak bertuhan menurut survei Gallup.

Tradisi China memang tidak mengenal konsep agama yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan. Mereka lebih percaya pada ajaran nenek moyang seperti Taoisme dan Konghucu.

2. Jepang

Sebagian besar penduduk Jepang menganut kepercayaan etnis Shinto yang tidak mengenal prinsip ketuhanan. Sekitar 31% penduduk Jepang mengklaim diri mereka sebagai ateis.

Shintoisme memang berbeda dengan agama samawi karena lebih fokus pada pemujaan dewa-dewa. Konsep Tuhan Yang Maha Esa tidak dikenal dalam kepercayaan tradisional Jepang ini.

3. Swedia

Hanya 8% warga Swedia yang secara teratur menghadiri acara keagamaan menurut pemerintah setempat. Sekitar tiga per empat penduduk Swedia mengatakan mereka ateis atau tidak beragama.

Masyarakat Skandinavia lebih fokus membahas pendidikan, pekerjaan, dan kesejahteraan sosial. Mereka jarang membicarakan nasib manusia setelah kematian karena lebih praktis.

4. Prancis

Pemerintah Prancis tidak memperbolehkan warganya memperlihatkan atribut agama di ruang publik. Masalah agama dianggap sebagai urusan pribadi yang tidak perlu dipamerkan.

Kultur anti-agama ini sudah ada sejak abad ke-18 karena agama dianggap sumber perang. Penggunaan atribut agama di tempat umum bahkan dianggap membahayakan keamanan.

5. Spanyol

Satu dari lima orang Spanyol menyatakan yakin dirinya adalah seorang ateis. Perdana Menteri Pedro Sanchez bahkan dilantik tanpa Alkitab dan salib pada 2018.

Meski mayoritas penduduk Spanyol beragama Katolik, sebagian besar tidak taat menjalani ritual keagamaan. Survei Gallup 2015 menunjukkan hanya 37% yang masih aktif beragama.