Sejarah Kelam OPM Papua dari 1961 hingga Kini, Fakta yang Jarang Diketahui
- Youtube
Cianjur – Organisasi Papua Merdeka atau OPM selalu menjadi topik hangat dalam diskusi politik Indonesia. Gerakan separatis ini memiliki sejarah panjang yang dimulai sejak era dekolonialisasi Papua dari Belanda.
OPM terbentuk karena ketidakpuasan terhadap proses integrasi Papua ke Indonesia pada 1960-an. Organisasi ini dianggap pemerintah Indonesia sebagai gerakan separatis yang mengancam keutuhan NKRI.
Namun tahukah kamu bahwa di balik Organisasi Papua Merdeka ini terdapat banyak fakta mengejutkan? Mulai dari dukungan negara asing hingga perpecahan internal yang melemahkan organisasi.
Viva Cianjur mengutip dari Channel Youtube Data Fakta yang mengupas sejarah dan dinamika internal OPM.
Awal Mula Berdirinya OPM di Era 1960-an
Sejarah OPM bermula pada 1961 ketika pemerintah Hindia Belanda mempersiapkan dekolonialisasi Papua. Pada April 1961 dibentuk Nieuw Guinea Raad sebagai dewan politik masyarakat Papua.
Dewan inilah yang mencetuskan nama Papua Barat dan bendera Bintang Kejora. Namun pemerintah Indonesia merasa berhak atas seluruh wilayah bekas jajahan Belanda termasuk Papua.
Operasi Trikora diluncurkan Indonesia untuk merebut Papua dari Belanda. Amerika Serikat kemudian menginisiasi New York Agreement 1962 yang memindahkan otoritas Papua ke Indonesia.
Para nasionalis Papua kecewa karena tidak dilibatkan dalam perjanjian tersebut. Kekecewaan ini menjadi cikal bakal pembentukan Organisasi Papua Merdeka.
Tokoh-Tokoh Penting di Balik Gerakan OPM
Tiga tokoh penting OPM di awal kemunculannya adalah Nicolaas Jouwe, Seth Jafet Rumkorem, dan Permenas Play. Nicolaas Jouwe merupakan mantan wakil ketua Dewan Nieuw Guinea pada 1961.
Seth Jafet Rumkorem dan Permenas Play adalah dua komandan militer OPM. Permenas Play bahkan merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Cendrawasih.
Pada Juli 1971, markas Victoria memproklamasikan kemerdekaan Papua Barat. Seth Jafet Rumkorem ditunjuk sebagai presiden pertama pemerintahan sementara Papua Barat.
Saat ini OPM dipimpin oleh Benny Wenda, seorang nasionalis Papua yang menetap di Inggris. Kepemimpinannya menandai era baru perjuangan Papua merdeka di kancah internasional.
Dukungan Negara Asing dan Perpecahan Internal
Gerakan Papua merdeka tidak murni berasal dari kesadaran nasionalisme orang Papua. Berbagai negara asing seperti Australia dan Amerika Serikat disinyalir memberikan dukungan.