Baku Tembak Thailand vs Kamboja di Candi Bersejarah, Tentara Kehilangan Kaki Karena Ranjau Darat

Baku Tembak Thailand vs Kamboja
Sumber :
  • Aljazeera

Cianjur – Kamis, 24 Juli 2025 menjadi hari kelam bagi hubungan Thailand-Kamboja. Baku tembak pecah di dekat Candi Prasata Tam Muntom yang terletak tepat di perbatasan kedua negara.

img_title Perang Rusia-Ukraina Tiga Tahun Berlangsung, Teknologi Drone dan Strategi Jangka Panjang Mengubah Geopolitik Global!

Lokasi bentrokan berada di antara Provinsi Surin, Thailand, dan Provinsi Odar Menci, Kamboja. Candi bersejarah ini kini menjadi saksi bisu konflik bersenjata yang menewaskan dan melukai banyak pihak.

Kronologi Pagi yang Menegangkan

img_title Daftar Negara Asia Tenggara dengan Meriam Swagerak Terbanyak, Indonesia Posisi Berapa?

Ketegangan dimulai pukul 7.35 waktu setempat ketika tentara Thailand melihat pesawat tanpa awak Kamboja. Drone tersebut terbang rendah di atas reruntuhan kuil yang menjadi sengketa wilayah.

Enam tentara Kamboja kemudian mendekati pagar kawat berduri dengan membawa senjata lengkap. Mereka bahkan membawa granat dan peralatan tempur lainnya yang mengancam keamanan pos Thailand.

img_title Fakta Kekuatan Militer Kamboja 2025 Makin Tangguh, Apa Rahasianya?

Eskalasi Menuju Pertempuran

Meskipun tentara Thailand memberikan peringatan keras untuk menghindari eskalasi, tentara Kamboja justru membuka tembakan. Serangan pertama diarahkan langsung ke pangkalan militer Thailand di perbatasan.

Situasi semakin memburuk ketika Kamboja dituduh memasang artileri di pemukiman warga. Taktik menggunakan warga sipil sebagai tameng manusia ini semakin memperparah konflik.

Serangan Artileri dan Balasan Udara

Pada dini hari pukul 0.50, Kamboja meluncurkan tembakan artileri yang melukai seorang tentara Thailand. Serangan dilanjutkan dengan roket pada pukul 09.40 yang menambah korban di pihak Thailand.

Merespons agresi tersebut, militer Thailand mengerahkan pesawat tempur F-16 untuk serangan balasan. Target serangan adalah posisi-posisi militer strategis milik pasukan Kamboja.

Klaim dan Tuduhan Silang

Thailand mengklaim serangan mereka hanya menargetkan fasilitas militer Kamboja saja. Namun, Kamboja menuduh Thailand menjatuhkan bom di jalan raya yang digunakan warga sipil.

Perdana Menteri Kamboja, Hun Manet, bahkan meminta intervensi Dewan Keamanan PBB. Permintaan ini diajukan setelah Thailand melancarkan serangan udara yang dianggap melanggar kedaulatan.