Lupakan Nuklir Iran, Jalur Laut Selebar 39 Km Ini Bisa Bikin Dunia Kacau Jika Ditutup
Cianjur – Dunia terlalu fokus pada program nuklir Iran hingga mengabaikan senjata sesungguhnya yang dimiliki negara tersebut.
Selat Hormuz, jalur laut selebar hanya 39 kilometer, adalah kunci yang bisa mengunci pasokan energi global.
Tanpa perlu nuklir, Iran bisa membuat seluruh dunia panik hanya dengan menutup jalur strategis ini.
Iran menyadari betul kekuatan strategis yang dimilikinya dan tidak segan menggunakannya sebagai senjata diplomatik.
Setiap kali terjadi ketegangan dengan Barat, ancaman penutupan Selat Hormuz selalu muncul sebagai kartu as Iran.
Mari kita telusuri mengapa jalur sempit ini begitu vital bagi stabilitas ekonomi dunia.
Urat Nadi Energi Dunia yang Rapuh
Setiap hari, sekitar 21 juta barel minyak mentah melewati Selat Hormuz menuju berbagai negara di dunia.
Angka ini setara dengan seperlima dari total produksi minyak global yang diperdagangkan secara internasional.
Tanker-tanker dari Arab Saudi, Irak, Kuwait, UAE, dan Iran sendiri harus melewati jalur sempit ini untuk mencapai pasar internasional.
Ketergantungan dunia pada Selat Hormuz membuatnya menjadi titik rentan dalam sistem energi global.
Tidak ada alternatif jalur laut lain yang bisa menggantikan kapasitas dan efisiensi Selat Hormuz dalam waktu singkat.
Pipeline darat memang ada, tetapi kapasitasnya sangat terbatas dibandingkan dengan transportasi laut.
Strategi Iran: Dari Ancaman ke Aksi Nyata
Militer Iran, khususnya Pasukan Pengawal Revolusi Islam (IRGC), telah berulang kali menyatakan kesiapan untuk menutup Selat Hormuz jika Iran diserang.
Ancaman ini bukan omong kosong belaka, karena Iran memiliki kemampuan militer yang cukup untuk mengganggu navigasi di selat tersebut.
Mereka memiliki kapal-kapal cepat, rudal anti-kapal, dan ranjau laut yang bisa membuat selat tidak aman untuk dilalui.
Pada 2019, Iran membuktikan keseriusannya dengan menahan tanker minyak Inggris dan melakukan sabotase terhadap beberapa kapal tanker di Teluk Oman.
Insiden ini langsung membuat harga minyak dunia bergejolak dan mengingatkan dunia betapa rentannya pasokan energi global.
Bahkan tanpa menutup selat sepenuhnya, tindakan Iran sudah cukup untuk mengguncang pasar.