Dari Korupsi Triliunan Hingga Genosida, Kenali 6 Presiden yang Membawa Negaranya ke Jurang Kehancuran

Yahya Jammeh
Sumber :
  • Pinterest

Cianjur – Kekuasaan adalah pisau bermata dua yang bisa membangun atau menghancurkan sebuah bangsa.

img_title Iring-iringan Presiden AS 50 Kendaraan 100 Personel, Limusin The Beast 9 Ton Tahan Peluru Kaliber 50 dan Bom Jalan!

Sayangnya, sejarah mencatat banyak pemimpin yang justru menjadi bencana bagi rakyatnya sendiri.

Para presiden ini tidak hanya gagal memimpin, tetapi juga meninggalkan trauma mendalam yang sulit disembuhkan.

img_title Mesir Bangun Ibu Kota Baru Senilai 58 Miliar Dolar, Gedung Tertinggi Afrika!

Dalam artikel ini, kita akan mengupas tuntas kisah kelam 6 presiden yang berhasil menghancurkan negara mereka sendiri.

Dari Afrika hingga Asia, kisah-kisah ini menjadi pengingat betapa berbahayanya kekuasaan di tangan yang salah.

img_title Prabowo Siapkan 20 Ribu Pasukan TNI ke Gaza, Indonesia Buktikan Diplomasi Didukung Kekuatan Nyata

Mari kita pelajari bagaimana mereka bisa sampai sejauh itu dan apa saja dampak yang ditimbulkan.

Yahya Jammeh: Diktator Gambia dengan Klaim Mengobati HIV/AIDS

Yahya Jammeh berkuasa di Gambia selama 23 tahun (1994-2017) dan dikenal sebagai salah satu diktator paling eksentrik di dunia.

Ia pernah mengklaim bisa menyembuhkan HIV/AIDS dengan ramuan herbal buatannya sendiri.

Klaim absurd ini tentu saja tidak memiliki dasar ilmiah dan malah membahayakan nyawa banyak orang.

Pelanggaran hak asasi manusia menjadi hal biasa di masa pemerintahannya. Jammeh kerap menangkap jurnalis yang mengkritik kebijakan pemerintah dan melakukan "perburuan penyihir" yang menelan korban jiwa.

Setelah kalah dalam pemilihan umum 2016, ia melarikan diri sambil membawa uang negara senilai 14 triliun rupiah.

Saparmurat Niyazov: Presiden Seumur Hidup yang Narsis

Saparmurat Niyazov memimpin Turkmenistan dari 1991 hingga 2006 dengan gaya kepemimpinan yang sangat otoriter.

Ia mengangkat diri sebagai presiden seumur hidup dan melarang kebebasan pers di seluruh negeri.

Tingkat narsisme Niyazov mencapai puncaknya dengan patung-patung dirinya yang dipasang di mana-mana.

Buku yang ditulisnya berjudul "Ruhnama" wajib dihafal oleh semua warga Turkmenistan.

Bahkan untuk mendapatkan SIM, warga harus lulus ujian tentang isi buku tersebut.

Kebijakan aneh lainnya termasuk melarang musik rekaman di acara publik dan mengganti nama bulan-bulan dalam kalender dengan nama anggota keluarganya.

Robert Mugabe: 37 Tahun Kehancuran Zimbabwe

Robert Mugabe memimpin Zimbabwe selama 37 tahun dan berhasil mengubah negara yang dulunya makmur menjadi negara dengan hiperinflasi terparah dalam sejarah.

Pada puncak krisis, satu dolar Zimbabwe bernilai 35 kuadriliun dolar. Bayangkan betapa tidak berharganya uang di sana saat itu.

Halaman Selanjutnya
img_title