Sultan Indonesia Pemilik Pulau Pribadi, Siapa Saja Mereka yang Tajir Melintir?
- Youtube
Cianjur – Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia memiliki 17.508 pulau menurut CIA World Factbook. Dari jumlah tersebut, sekitar 15.337 pulau tidak berpenghuni yang artinya hanya 12,38% saja yang ditinggali manusia.
Fakta menariknya adalah beberapa pulau di Indonesia dimiliki secara pribadi oleh orang kaya tertentu. Para sultan ini memiliki pulau priabdi untuk berbagai keperluan mulai dari wisata hingga budidaya laut.
Kepemilikan pulau pribadi di Indonesia memang fenomena yang menarik untuk dibahas. Sebagian merupakan warisan keluarga, ada pula yang dibeli atau diberikan sebagai penghargaan atas jasa tertentu.
Siapa saja orang kaya Indonesia yang memiliki pulau pribadi dan bagaimana mereka memanfaatkannya? Informasi para sultan pemilik pulau ini dilansir dari Channel Youtube Data Fakta.
1. Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)
Mantan Gubernur DKI Jakarta yang kontroversial ini ternyata memiliki tiga pulau pribadi di Belitung. Pulau-pulau warisan ayahnya bernama Pulau Nepi, Pulau Lindung, dan Pulau Kenek.
Alih-alih membangun resort mewah, Ahok hanya memanfaatkan ketiga pulaunya untuk menanam pohon kelapa. Ia juga mengaku memiliki Pantai Bukit Batu yang terletak di Kelurahan Burung Mandi.
2. Yusril Ihza Mahendra
Pakar hukum tata negara yang pernah menjadi Menteri Sekretaris Negara ini memiliki dua pulau di Belitung Timur. Pulau Memperak dan Pulau Air Masin menjadi milik pribadi politikus senior ini.
Di Pulau Memperak, Yusril membangun kebun kelapa dan vila untuk tempat istirahat. Ia berpendapat pulau-pulau kecil sebaiknya dimiliki pribadi agar jelas siapa yang bertanggung jawab merawatnya.
3. Susi Pudjiastuti
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan yang terkenal tegas ini memiliki Pulau Susi di Simelue, Aceh. Pulau tersebut diberikan pemerintah setempat sebagai penghargaan atas jasanya membantu korban tsunami.
Susi memanfaatkan pulaunya untuk budidaya laut berupa lobster dan rumput laut. Ia tidak merasa sebagai pemilik mutlak dan menegaskan pulau itu bukan untuk kepentingan bisnis wisata.
4. Tommy Winata
Pengusaha sukses Grup Artagraha ini memiliki Pulau Bule di Lampung yang dibangun resort megah. Pulau dengan pantai menawan dan air jernih ini menjadi salah satu objek wisata eksklusif.
Untuk berkunjung ke pulau milik Tommy Winata, pengunjung harus mendapat izin khusus. Sistem keamanan yang ketat membuat siapa pun yang datang tanpa izin akan diusir petugas.
5. Surya Paloh
Politikus sekaligus pemilik Metro TV ini memiliki Pulau Kayu Angin Genteng di Kepulauan Seribu. Di pulau tersebut terdapat vila tempat peristirahatan yang biasa digunakan pemiliknya.
Meski pulau pribadi, masyarakat tetap boleh berkunjung karena 40% wilayahnya dapat diakses publik. Sayangnya bangunan di pulau ini pernah disegel karena masalah perizinan.
6. Soeharto (Keluarga Cendana)
Mantan Presiden RI selama 32 tahun ini memiliki Pulau Bulat di Kepulauan Seribu melalui keluarga Cendana. Pulau berbentuk bulat seluas 1,28 hektare ini dilengkapi berbagai fasilitas mewah.
Fasilitas di Pulau Bulat meliputi penginapan besar, pendopo luas, tempat tinggal penjaga, hingga landasan helikopter. Sayangnya sejak 2016 pulau ini dilaporkan terlantar dan banyak fasilitas mulai rusak.
7. Ratu Atut Chosiyah
Mantan Gubernur Banten ini memiliki dua pulau di Pandeglang yaitu Pulau Liwungan dan Pulau Popole. Kedua pulau warisan ayahnya Tubagus Hasan Sohib ini dikelola keluarga untuk keperluan wisata.
Pulau Liwungan seluas 50 hektare memiliki pantai karang dan berbatu. Sedangkan Pulau Popole lebih banyak dimanfaatkan untuk wisata snorkeling karena taman laut di sekitarnya yang indah.
Pemanfaatan dan Pengelolaan Pulau Pribadi
Para orang kaya Indonesia memanfaatkan pulau pribadi mereka dengan cara berbeda-beda. Ada yang fokus pada pengembangan wisata eksklusif, budidaya laut, atau sekadar tempat peristirahatan keluarga.
Beberapa membangun resort dan fasilitas mewah untuk menarik wisatawan kelas atas. Sementara yang lain lebih memilih membiarkan pulau tetap alami dengan pemanfaatan minimal.
Dari segi ekonomi, kepemilikan pulau pribadi tentu membutuhkan modal besar untuk perawatan dan pengembangan. Namun bagi para sultan ini, investasi tersebut sebanding dengan privasi dan eksklusivitas yang didapat.