7 Daerah Kaya Emas Indonesia yang Kandungannya Mengalahkan Papua, Dimana Saja?
- Youtube
Cianjur – Indonesia memiliki kekayaan tambang emas yang tersebar di berbagai daerah. Selain Papua yang terkenal dengan Freeport, masih banyak daerah lain yang menyimpan kandungan emas melimpah.
Sumber daya alam berupa emas menjadi aset berharga yang dimiliki Indonesia. Dari Sumatera hingga Maluku, potensi tambang emas Indonesia sangat menjanjikan untuk masa depan.
Mari kita jelajahi tujuh daerah di Indonesia yang memiliki kandungan emas signifikan. Beberapa di antaranya bahkan diprediksi bisa mengalahgi kemampuan produksi tambang Papua.
1. Bengkulu - Daerah Baru dengan Potensi Emas Melimpah
Bengkulu baru-baru ini ditemukan memiliki kandungan emas yang sangat menjanjikan. Tahun 2016, tim ahli geologi dari Inggris menemukan potensi emas di Kabupaten Seluma.
Wilayah seluas 90 hektare di Bengkulu diperkirakan mengandung 1 juta ons emas atau setara 280 gram. Bahkan Dinas ESDM Provinsi Bengkulu memperkirakan jumlah ini bisa 10-20 kali lipat lebih besar.
Potensi tambang emas di daerah Bengkulu ini diprediksi bisa mengalahgi Freeport Papua. Namun PT Swadinamika Muda sebagai pengelola belum mendapat izin dari Pemkab Seluma.
Pemerintah daerah masih berhati-hati mengingat dampak lingkungan jangka panjang yang mungkin terjadi. Bupati Seluma menyarankan agar pengelola mengurus izin di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terlebih dahulu.
2. Bogor - Tambang Emas Gunung Pongkor yang Bersejarah
Bogor memiliki tambang emas di Gunung Pongkor yang dikelola oleh PT Aneka Tambang. Tambang ini pertama kali dieksplorasi dari tahun 1974 hingga 1981 untuk mencari logam dasar.
Selain emas, tambang ini juga memproduksi perak, batubara, bauksit, feronikel, dan alumina. Produksi emas pernah mencapai puncaknya di tahun 1997 dengan 5 ton emas.
Sayangnya, daerah ini mengalami penurunan produksi drastis dalam 18 tahun terakhir. Tahun 2019, tambang Gunung Pongkor hanya mampu menghasilkan 1,4 ton emas saja.
Tambang emas di Bogor ini akan ditutup pada tahun 2021 karena produksi menurun dan izin berakhir. Penurunan ini disebabkan oleh cadangan yang semakin menipis.
3. Banyuwangi - Tambang Tujuh Bukit
Banyuwangi memiliki tambang emas Tujuh Bukit atau Tumpang Pitu yang beroperasi sejak 2017. Daerah ini memiliki cadangan emas dengan kualitas 99 juta ton bijih.
Kandungan rata-rata emas di tambang ini mencapai 0,8 gram per ton bijih. Kapasitas produksi tahunan mencapai 2,8 juta gram emas dan 136 juta gram perak.
Tambang di Banyuwangi ini sempat menuai kontroversi karena dampak lingkungan. Eksplorasi pertama tahun 1995 menyebabkan hutan jati kering dan limbah mengalir ke laut.
Protes dari berbagai kalangan membuat proses perizinan berlarut-larut hingga bertahun-tahun. Peledakan pertama dengan dinamit baru dilakukan pada April 2016.
4. Sumbawa - Tambang Batu Hijau
Sumbawa memiliki tambang emas Batu Hijau yang dikelola PT Amman Mineral Nusa Tenggara. Tambang ini sudah beroperasi sejak tahun 2000 dengan hasil yang mengesankan.
Hingga saat ini, tambang emas di daerah Sumbawa telah menghasilkan 2,77 juta ons emas mentah. PT Amman kini fokus menggarap fase 7 atau tahap terakhir penambangan.
Fase 7 diperkirakan dimulai akhir 2021 atau awal 2022 dan berakhir pada 2026. Proses ini diperkirakan dapat mengekstraksi cadangan emas sebesar 4,12 juta ons.
Selain emas, tambang Batu Hijau juga menghasilkan tembaga sebanyak 4,47 miliar pound. Kombinasi kedua mineral ini menjadikan Sumbawa sebagai salah satu daerah tambang terkaya Indonesia.
5. Halmahera - Surga Emas di Indonesia Timur
Halmahera memiliki kandungan emas yang melimpah, terutama di wilayah Gosowong. Tambang yang dikelola BUMN PT Aneka Tambang ini sudah menghasilkan 20 juta ons bijih emas.
Daerah ini juga memiliki potensi emas di Kota Tidore Kepulauan, tepatnya di Kecamatan Oba Tengah. Eksplorasi di wilayah ini diprediksi akan dimulai dalam waktu dekat.
Meski mengalami penurunan produksi 19,88% pada periode Juli-Desember 2018, Halmahera masih produktif. Produksi emas masih berada di kisaran 200.000-240.000 ons untuk tahun 2019.
Kekayaan sumber daya alam di Halmahera membuktikan potensi besar Indonesia Timur. Daerah ini menjadi salah satu kontributor utama produksi emas nasional.
6. Sumatera Utara - Tambang Martabe
Sumatera Utara memiliki tambang emas Martabe di Tapanuli Selatan yang beroperasi sejak 2013. Tambang yang dikelola PT Agincourt Resources ini menargetkan produksi hingga 2033.
Selain emas, tambang di daerah ini juga menghasilkan perak dalam jumlah signifikan. Hingga Desember 2017, tambang telah menghasilkan 8,8 juta ons emas dan 70 juta ons perak.
Sejak Desember 2018, tambang Martabe berpindah tangan ke PT United Tractors. Kontribusi ekonomi tambang ini mencapai investasi 900 juta USD untuk Sumatera Utara.
Tambang emas Martabe juga memberikan kontribusi besar melalui pajak, royalti, dan dividen. Hal ini membuktikan betapa berharganya sumber daya alam emas bagi perekonomian nasional.
7. Bali - Potensi Tersembunyi yang Masih Diperdebatkan
Bali diprediksi memiliki kandungan emas meski belum ada penelitian mendalam. Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia Provinsi Bali, I Gde Aryantana, menyatakan potensi ini ada.
Indikasi adanya emas di Bali terlihat dari penemuan batu yang berasosiasi dengan pirit. Namun jumlahnya tidak banyak dan belum pernah dieksplorasi secara intensif.
Potensi emas di daerah Bali masih diperdebatkan karena pulau ini baru terbentuk 15 juta tahun lalu. Sementara emas membutuhkan puluhan juta tahun untuk terbentuk.
Meski begitu, keberadaan emas di rangkaian pulau Jawa, Lombok, dan Sumbawa membuka kemungkinan Bali juga memiliki potensi serupa.
Ketujuh daerah ini menunjukkan betapa kayanya Indonesia akan kandungan emas. Namun eksplorasi sumber daya alam harus tetap mempertimbangkan kelestarian lingkungan.