Tragis Banget! Negara Baru Merdeka 2011 Langsung Jadi yang Termiskin, 82% Rakyat Melarat

Kemiskinan di Sudan Selatan
Sumber :
  • id.pinterest.com

Cianjur – Sudan Selatan yang baru merdeka Juli 2011 kini dinobatkan sebagai negara paling miskin sejagat.

img_title Ketika Darurat Militer Berlaku, Begini Gambaran Nyata Perubahan di Sebuah Negara!

Ironinya, negara ini sebenarnya diberkahi kekayaan alam yang melimpah ruah, mulai dari minyak hingga lahan pertanian subur.

Dari 11,5 juta penduduknya, sekitar 82% atau 9,4 juta orang hidup dalam kemiskinan ekstrem yang mencekik.

img_title Pengungsi Sudan Ubah Gurun Sahara Jadi Lahan Hijau di Chad, Menakjubkan!

Kondisi ini sangat kontras dengan potensi kekayaan alamnya yang seharusnya bisa mensejahterakan rakyat.

Sudan Selatan menjadi anggota PBB ke-193 dan negara ke-54 di Afrika, tapi prestasi itu tidak berarti apa-apa jika rakyatnya kelaparan.

img_title 5 Kondisi Kesehatan Ini Sebaiknya Tidak Minum Air Kelapa Berlebihan, Mengapa Demikian?

Sejarah panjang penjajahan dan konflik telah membentuk kondisi tragis yang dialami saat ini.

Kemiskinan di Sudan Selatan

Photo :
  • id.pinterest.com

Perang saudara berkepanjangan, korupsi merajalela, dan ketidakstabilan politik menjadi faktor utama kemiskinan.

Kondisi ini membuktikan bahwa kemerdekaan saja tidak cukup tanpa tata kelola yang baik.

Perang Saudara yang Menghancurkan

Perang saudara yang berkepanjangan telah menyebabkan hilangnya 400.000 nyawa pada 2018.

Jutaan orang terpaksa mengungsi dan kehilangan mata pencaharian mereka. Kekerasan etnis dan krisis kelaparan menjadi masalah serius yang belum terselesaikan.

Meskipun upaya perdamaian terus dilakukan, kondisi keamanan masih sangat rapuh.

Konflik yang tidak kunjung usai membuat investasi asing enggan masuk dan pembangunan terhambat.

Infrastruktur yang Sangat Minim

Banyak daerah di Sudan Selatan tidak memiliki akses ke listrik atau air bersih.

Infrastruktur dasar yang seharusnya menjadi fondasi pembangunan hampir tidak ada. Kondisi ini membuat aktivitas ekonomi sangat terbatas dan sulit berkembang.

Negara ini bergantung pada impor pangan dari Uganda dan Kenya. Biaya transportasi yang tinggi menyebabkan inflasi dan harga pangan melonjak drastis.

Kekayaan Alam yang Terbuang Sia-Sia

Sudan Selatan memiliki cadangan minyak terbesar ketiga di Afrika, sekitar 3,5 miliar barel.

Potensi pertanian juga sangat besar dengan lebih dari 60 juta ternak. Namun korupsi dan kekerasan menghambat pemanfaatan sumber daya ini secara optimal.

Pendapatan dari minyak yang diharapkan dapat mendorong perekonomian tidak terwujud.

Masalah internal yang berkepanjangan membuat potensi kekayaan alam hanya menjadi angan-angan belaka.

Ketergantungan Pangan yang Berbahaya

Ketergantungan pada impor pangan dari negara tetangga sangat berbahaya bagi kedaulatan pangan.

Halaman Selanjutnya
img_title