Xi Jinping Kirim Alutsista Canggih ke Iran, Bagian dari Transfer Teknologi dan Senjata
- Youtube
Cianjur – China mengumumkan kesediaan berbagi teknologi dengan negara mitra. Iran langsung mengambil kesempatan emas ini untuk memperkuat alutsista mereka.
Transfer alutsista bukan sekadar penjualan senjata biasa belaka. Di balik transaksi ini tersimpan strategi geopolitik yang mengubah peta kekuatan regional.
Iran yang selama ini dicekik sanksi kini semakin percaya diri. Bantuan Beijing menjadi kunci utama dalam membangun kekuatan militer baru.
Xi Jinping secara diam-diam memfasilitasi transfer teknologi militer canggih. Informasi ini dilansir dari Channel Youtube Daftar Populer.
Sistem Pertahanan Udara HQ-9B
Iran menerima beberapa baterai sistem pertahanan udara HQ-9B dari China. Alutsista ini merupakan versi China dari S-400 Rusia yang terkenal.
Rudal permukaan ke udara jarak jauh bisa melacak target ratusan kilometer. Pesawat tempur, drone, dan rudal jelajah bisa dihancurkan dengan presisi tinggi.
Pembayaran dilakukan lewat sistem barter minyak Iran. Satu kontainer minyak ditukar dengan satu bagian sistem alutsista canggih.
Bahan Kimia untuk Produksi Rudal
China mengirim ribuan ton amonium perklorat ke Iran. Bahan kimia ini menjadi komponen utama bahan bakar rudal balistik.
Jumlah yang dikirim cukup untuk memproduksi lebih dari 800 rudal. Pengiriman dilakukan dengan pesawat kargo Boeing 747 tanpa transponder.
Sebagian bahan dialirkan ke jaringan proxy Iran seperti Houthi. Alutsista ini memperkuat kemampuan serangan jarak jauh Iran.
Jet Tempur J-10C dan Rudal PL-15
Iran mengintensi negosiasi untuk memperoleh jet tempur J-10C. Alutsista ini disebut sebagai "pembunuh Rafale" karena kemampuannya.
Jet multiperan generasi 4.5 ini cocok untuk kondisi Iran. Harga terjangkau namun memiliki kemampuan mematikan di udara.
Paket lengkap termasuk rudal PL-15 udara ke udara jarak jauh. Alutsista ini memungkinkan Iran menyerang target sebelum terdeteksi musuh.
Pesawat AWACS untuk Komando Udara
Iran masih membutuhkan pesawat AWACS sebagai mata-mata terbang. Tiga kandidat utama adalah KJ-500, KJ-600, dan KJ-3000.
Alutsista ini berfungsi sebagai pusat komando pertempuran udara. Kemampuan mendeteksi dan melacak target dari ratusan kilometer jauhnya.
Tanpa AWACS, jet tempur dan rudal Iran seperti bertarung tertutup mata. Alutsista ini menjadi kunci penguasaan langit Iran.