Mengapa Negara Afrika Kaya Raya Tapi Rakyatnya Kelaparan, Ada Apa Sebenarnya?
- Youtube
Cianjur – Perekonomian Afrika memang jadi misteri yang bikin penasaran banyak orang. Benua dengan sumber daya alam berlimpah ini masih punya banyak negara yang rakyatnya kelaparan.
Pertumbuhan ekonomi di beberapa negara Afrika subsahara diprediksi jadi yang tercepat di dunia tahun 2024. Rata-rata pertumbuhan bisa mencapai lebih dari 7,5% per tahun, tapi sayangnya belum merata.
Kesenjangan antara negara-negara Afrika ternyata sangat mencolok dalam hal ekonomi. Informasi ini diringkas dari YouTube Daftar Populer.
Kalau kita lihat data PDB, masih ada negara yang pertumbuhan ekonominya di bawah 2%. Bahkan beberapa negara malah mengalami pertumbuhan minus yang bikin rakyatnya semakin menderita.
Sejarah mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi Afrika dimulai setelah Perang Dingin berakhir tahun 1990. Sebelumnya, mayoritas negara Afrika mengalami pertumbuhan negatif sampai minus 1,5% yang bikin ratusan juta warga jadi miskin.
Penyebab utama kondisi buruk ini adalah konflik militer yang berlangsung setengah abad. Investasi asing juga cuma fokus pada ekstraksi sumber daya alam tanpa membangun ekonomi yang berkelanjutan.
Sejak pergantian milenium, momentum mulai bergeser dari sektor minyak dan pertambangan. Investor lebih tertarik pada telekomunikasi, retail, dan jasa yang lebih menguntungkan jangka panjang.
Contoh nyata perbedaan kebijakan bisa dilihat dari Rwanda dan Burundi yang bertetangga. Rwanda punya pemerintahan fungsional dengan korupsi rendah, sementara Burundi berlarut dalam konflik politik.
Hasilnya, Rwanda masuk lima besar negara dengan pertumbuhan ekonomi tinggi. Sebaliknya, Burundi jadi salah satu negara termiskin di dunia karena politik yang tidak stabil.