Forum Ekonomi BRICS Dukung Palestina dan Ancam Perang Tarif, Tantang NATO?
- Youtube
Cianjur – BRICS 2025 di Rio de Janeiro menandai babak baru dalam geopolitik dunia. Forum ekonomi yang awalnya hanya terdiri dari lima negara kini berkembang menjadi kekuatan tandingan NATO dan dominasi Amerika Serikat.
Forum ekonomi kali ini juga mengangkat isu kemerdekaan Palestina secara resmi. Para pemimpin BRICS secara kolektif menyatakan Gaza adalah bagian sah dari Palestina.
Reaksi Trump terhadap forum ini cukup keras dengan mengancam tarif tambahan 10% untuk negara pendukung BRICS. Informasi ini diringkas dari YouTube Daftar Populer.
Presiden Brazil Lula da Silva menjadi yang paling vokal menyebut serangan Israel di Palestina sebagai genosida. Sikap tegas ini didukung lebih dari 20 negara yang mewakili setengah populasi dunia dalam forum ekonomi tersebut.
Kekuatan BRICS dalam Perang Tarif:
1. Ekspansi Keanggotaan
- Dari 5 negara menjadi 10 anggota tetap (termasuk Indonesia)
- 10 negara mitra baru dan 30 negara calon anggota
- Mewakili 44% total PDB dunia, setara atau melampaui G7
2. Strategi Ekonomi Anti-NATO
- Mendorong dedolarisasi dan perdagangan mata uang lokal
- New Development Bank dengan investasi 39 miliar dolar
- Kritik terhadap dominasi IMF dan sistem keuangan Barat
3. Kontrol Sumber Daya Global
- Menguasai 40% cadangan minyak dunia
- Kontrol 75% tanah jarang global
- Menyumbang 39% total PDB dunia
4. Dukungan Palestina
- Menyatakan Gaza bagian sah dari Palestina
- Menuntut Israel mengakhiri pendudukan
- Dukungan dari komunitas Yahudi anti-Zionis
BRICS telah berkembang dari forum ekonomi biasa menjadi kekuatan geopolitik yang menantang hegemoni Barat. Dengan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina dan strategi perang tarif, mereka siap mengubah tatanan dunia.