Kota di India Ini Buktikan Mimpi Jadi Kota Terbersih Dunia Bukan Mustahil!
- YouTube INVOICE INDONESIA
Cianjur – Siapa sangka sebuah kota di India bisa mengalahkan kota-kota maju lainnya dalam hal kebersihan?
Indore, kota terbesar di Madhya Pradesh, membuktikan bahwa transformasi luar biasa memang bisa terjadi.
Dalam waktu kurang dari satu tahun, kota ini berhasil menyandang gelar kota terbersih di India.
Prestasi Indore bukan sekadar keberuntungan semata. Kota ini telah mempertahankan predikat kota terbersih selama tujuh tahun berturut-turut sejak 2017.
Hal ini menunjukkan konsistensi dan komitmen yang luar biasa dari seluruh elemen masyarakat.
Yang membuat Indore istimewa adalah lokasinya yang strategis di dataran tinggi Malwa.
Dengan ketinggian rata-rata 553 meter di atas permukaan laut, kota ini memiliki iklim yang relatif sejuk. Selain itu, Indore juga dikenal sebagai pusat pendidikan dengan institusi ternama seperti IIT dan IIM.
Sejarah Panjang yang Menginspirasi
Indore memiliki sejarah yang sangat panjang, dimulai sejak abad ke-16. Kota ini dulunya merupakan pusat perdagangan strategis yang menghubungkan berbagai wilayah.
Posisi geografisnya yang berada di dataran tinggi Malwa memberikan keuntungan tersendiri.
Iklim yang sejuk dan lokasi strategis membuat Indore berkembang pesat. Kota ini kemudian menjadi pusat pendidikan yang menarik mahasiswa dari berbagai penjuru India.
Revolusi Kebersihan yang Mengagumkan
Transformasi besar-besaran Indore dimulai pada tahun 2016 dengan penerapan sistem pengelolaan sampah terintegrasi.
Sistem ini mengharuskan setiap rumah tangga untuk memilah sampah menjadi organik dan non-organik.
Langkah sederhana ini ternyata menjadi kunci utama kesuksesan.
Truk sampah mengumpulkan sampah setiap hari tanpa terkecuali. Yang lebih menarik lagi, pemerintah menerapkan zona tanpa tong sampah yang mendorong masyarakat menyerahkan sampah langsung kepada petugas kebersihan.
Kekuatan Partisipasi Masyarakat
Partisipasi aktif masyarakat menjadi tulang punggung keberhasilan Indore. Kampanye "saya bawa tas saya" dan "Dabba Gang" berhasil mengubah perilaku warga.
Gerakan ini mendorong masyarakat untuk bertanggung jawab dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Pemerintah juga tidak tinggal diam dengan memberikan pelatihan dan insentif kepada petugas kebersihan.
Hal ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme mereka dalam menjalankan tugas.