China Negara Komunis Tapi Muliakan Umat Muslim, Jutaan Warga Beragama Islam
- Youtube
Cianjur – China sebagai negara komunis memiliki sejarah panjang dengan Islam sejak abad ke-7 Masehi. Pedagang Arab dan Persia dari Dinasti Umayyah dan Abbasiyah mulai berdagang di wilayah China lewat jalur sutra.
Bahkan Saad bin Abi Waqqas, sahabat sekaligus paman Nabi Muhammad SAW wafat di Guangzhou, China. Ini menunjukkan bahwa umat Muslim merupakan bagian penting dari keberagaman negara komunis ini.
Mayoritas Muslim di China berasal dari 10 kelompok etnis minoritas yang secara tradisional mempraktikkan Islam. Informasi menarik tentang kehidupan Muslim di China ini diringkas dari YouTube Daftar Populer.
Dua kelompok terbesar Muslim China adalah suku Hui dan suku Uighur yang menjalani kehidupan dengan cara unik. Mereka menyesuaikan diri dengan kebijakan pemerintah komunis.
Fakta Umat Muslim China
Perkiraan Pew Research Center menyebut jumlah Muslim di China ada sekitar 18 juta orang dewasa atau kurang dari 2% dari total populasi. Subkelompok terbesar adalah Hui dengan 8,3 juta orang dewasa diikuti Uighur dengan 7,7 juta jiwa.
Pertumbuhan populasi Muslim sejalan dengan pertumbuhan jumlah masjid di China yang mencapai 30.000 masjid tersebar di seluruh negeri.
Masjid Huasheng di Guangzhou adalah masjid pertama dan masjid Idkah di Xinjiang merupakan masjid terbesar dengan kapasitas 20.000 jamaah.
Kehidupan Muslim di Beijing vs Xinjiang
Muslim di Beijing bisa menjalankan puasa dengan relatif bebas, mengadakan buka puasa bersama dan menjalankan salat tarawih.
Berbeda dengan Muslim di Xinjiang yang mendapat pengawasan ketat bahkan terkadang disuruh tetap kerja full time selama Ramadan.
Sejarah Islam Masuk China
Islam mulai masuk China pada tahun 678 Masehi di masa Dinasti Tang ketika Khalifah Utsman mengutus Saad bin Abi Waqqas.
Kaisar Yungwei dari Dinasti Tang menerima secara terbuka dan mengizinkan pembangunan masjid pertama di daratan China.
Meskipun China adalah negara komunis, mereka tetap menghormati dan memuliakan umat Muslim sebagai bagian dari keberagaman bangsa.
Jutaan Muslim China tetap bisa menjalankan ibadah meski dengan berbagai tantangan dan pengawasan pemerintah.