Iran Dapat Rudal dan Senjata Rusia, Putin Ancam Ikut Campur Perang Timur Tengah?
- Youtube
Cianjur – Perang Iran-Israel mencapai puncak mengerikan ketika rudal Tehran menghantam Tel Aviv dan Haifa. Rusia malah membela Iran padahal kedua kota itu banyak dihuni warga keturunan Rusia.
Vladimir Putin langsung angkat bicara menyebut konflik ini akibat kegagalan kebijakan Barat. Presiden Rusia bahkan memperingatkan tidak akan tinggal diam jika eskalasi terus berlanjut.
Ini disebabkan oleh hubungan diplomasi baik dan strategi geopolitik antara Iran dan Rusia. Informasi ini diringkas dari YouTube Daftar Populer.
Kerjasama Militer Iran-Rusia Menguat
Kedua negara sudah menandatangani perjanjian kemitraan strategis jangka panjang awal tahun ini. Perjanjian ini mencakup kerjasama militer hingga pertukaran intelijen.
Media independen mencatat peningkatan lalu lintas pesawat kargo militer Rusia ke Tehran pekan terakhir. Koordinasi logistik ini menunjukkan dukungan nyata Moskow terhadap Iran dalam menghadapi geopolitik regional.
Dukungan Diplomatik dan Teknologi
Rusia tampil sebagai pelindung narasi Iran di forum-forum internasional. Moskow terus menuding eskalasi konflik sebagai akibat provokasi militer Barat terhadap kawasan.
Bahkan Iran mengklaim Rusia memberikan dukungan terhadap serangan balasan ke pangkalan Amerika di Qatar. Selain itu, Moskow tetap melanjutkan dukungan program nuklir sipil Iran.
Vladimir Putin memang belum mengerahkan pasukan secara terbuka, tapi perannya di balik layar sangat strategis. Dua pesawat kargo militer Rusia dilaporkan mendarat di Tehran 48 jam setelah serangan Iran ke Israel.
Muatan pesawat diduga berisi senjata berupa komponen drone, sistem elektronik rudal presisi, dan peralatan jamming. Ini memperkuat dugaan transfer teknologi militer dari Rusia ke Iran secara gray zone.