Dari Sekutu Jadi Musuh, Donald Trump Ancam Deportasi Elon Musk dari AS
- Youtube
Cianjur – Elon Musk dan Donald Trump yang awalnya sekutu berubah menjadi musuh terbuka. Kedua tokoh ini dulunya saling mendukung kini saling serang di media sosial.
Konflik dimulai ketika Donald Trump mendorong RUU yang menghapus insentif kendaraan listrik. Elon Musk marah besar karena ini merugikan bisnis Tesla dan menyebut Trump tidak tahu terima kasih.
Perseteruan semakin memanas ketika Elon Musk menuduh Donald Trump terlibat dalam skandal Jeffrey Epstein. Tuduhan ini langsung memicu amarah Trump yang kemudian mengancam akan mendeportasi Musk.
Berikut rangkuman perseteruan Elon Musk dan Donald Trump, dari sekutu yang menjadi musuh.
1. Elon Musk Mundur dari Jabatan
Setelah Trump mendorong RUU yang merugikan Tesla, Musk mundur dari Departemen Efisiensi Pemerintah dan menyerang Trump secara terbuka di media sosial
2. Tuduhan Skandal Jeffrey Epstein
Elon Musk menuduh Trump ada dalam arsip klien Epstein, meski kemudian menghapus cuitan tersebut karena tekanan hukum dan tidak ada bukti kuat
3. Ancaman Deportasi
Donald Trump mengancam akan mendeportasi Musk dan menghentikan kontrak pemerintah dengan SpaceX, menyebut Musk sebagai "kecelakaan kereta yang sedang terjadi"
4. Pembentukan America Party
Elon Musk mengumumkan partai politik baru untuk melawan sistem dua partai yang disebutnya korup, menargetkan beberapa kursi strategis di Senat dan DPR
Dampak konflik ini sangat besar bagi pasar saham. Tesla anjlok 7,3% dan Elon Musk kehilangan 34 miliar dolar dalam sehari. Trump Media juga terpukul dengan penurunan hampir 39%.
Elon Musk yang dulunya menyumbang 295 juta dolar untuk kampanye Donald Trump kini menjadi musuh politik. Ia bahkan mengancam akan mendanai kandidat anti-Trump dari partai manapun. (af)