KKB Ngamuk Bakar Rumah Warga, TNI Tumpas 18 OPM dalam Operasi Habema

Operasi Habema untuk menumpas KKB di Intan Jaya
Sumber :
  • Youtube

Cianjur – Kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua semakin brutal dengan membakar rumah warga dan fasilitas umum. Namun TNI tidak tinggal diam dan langsung melancarkan operasi Habema.

img_title Indonesia Minati JF-17 dan Tank Al-Khalid Pakistan, Bagaimana Strategi Modernisasi Alutsista TNI!

Operasi Habema yang diluncurkan TNI berhasil melumpuhkan 18 anggota OPM dalam waktu singkat. Operasi ini melibatkan pasukan elit dari Kopassus, Kostrad, Marinir, dan Kopaska.

Nama "Operasi Habema" sendiri adalah singkatan dari "Harus Berhasil Maksimal". Ini menunjukkan keseriusan TNI dalam mengatasi ancaman separatis di Intan Jaya.

img_title Prediksi Deretan Alutsista atau Canggih TNI yang Siap Datang di Tahun 2026

TNI menggunakan strategi gabungan untuk mengamankan wilayah dari ancaman KKB. Informasi tentang operasi ini dirangkum dari channel YouTube Daftar Populer.

Hasil Operasi Habema:

img_title Daftar Gaji Prajurit TNI Indonesia Dibanding Tentara Negara Lain di Dunia

1. 18 Anggota OPM Dilumpuhkan

Dalam waktu hanya 1 jam sejak operasi dimulai, TNI berhasil melumpuhkan 18 anggota KKB termasuk Daniel Ibon Kogoya yang masuk daftar buronan.

2. Markas KKB Dibongkar

Operasi mencakup 5 wilayah strategis yaitu Kampung Titigi, Dugusiga, Jaindapa, Sugapalama, dan Zanamba yang selama ini jadi sarang separatis.

3. Senjata dan Amunisi Disita

TNI berhasil menyita berbagai senjata api dan amunisi yang digunakan KKB untuk melakukan teror terhadap masyarakat sipil.

4. Penggunaan Drone Tempur

Operasi ini menggunakan teknologi canggih termasuk drone tempur yang berhasil menghantam posisi markas KKB hingga membuat mereka kocar-kacir.

Operasi Habema menjadi strategi jangka panjang TNI. Komando Operasi Gabungan TNI (Koops Habema) dibentuk sebagai kekuatan tetap untuk menjaga kedaulatan.

Masyarakat Papua menyambut baik Operasi Habema ini karena selama ini mereka hidup dalam ketakutan. Kepala suku Kampung Sugapa menyatakan bahwa TNI datang untuk membantu, bukan menakut-nakuti. (af)