Iran Beli 40 Jet Tempur China, Siapkan Serangan ke AS-Israel Setelah Gencatan Senjata?

Iran bersiap serang AS-Israel pasca gencatan senjata?
Sumber :
  • Youtube

Cianjur – Iran ternyata tidak diam setelah gencatan senjata dengan Israel berakhir. Negara ini malah semakin agresif siapkan alutsista dan kekuatan militer untuk menghadapi AS dan Israel.

img_title Prediksi Deretan Alutsista atau Canggih TNI yang Siap Datang di Tahun 2026

Menurut laporan terbaru, Iran langsung membeli lebih dari 40 jet tempur canggih Chengdu J10C dari Cina. Jet generasi ke-4 plus ini dilengkapi radar canggih dan mampu mengangkut rudal jarak jauh.

Selain itu, Iran juga menangkap ratusan agen Mossad dalam operasi yang diberi nama "Rising Lion". Langkah ini menunjukkan Iran benar-benar serius mempersiapkan diri menghadapi ancaman dari luar.

img_title Boeing F-47 Jet Tempur Generasi Keenam AS Dikembangkan Sejak 2020 Secara Rahasia, Jangkauan 1.150 Mil dan Komando Drone!

Informasi ini diringkas dari channel YouTube Daftar Populer. Iran menggunakan momen gencatan senjata untuk memperkuat alutsista dan pertahanan negara dari serangan AS dan Israel.

Alutsista Baru Iran yang Mengerikan:

img_title Terobosan Roket Karya Anak Bangsa Indonesia yang Makin Ganas untuk Pertahanan Modern

1. Jet Tempur Chengdu J10C

Iran membeli 40 unit jet tempur canggih dari China yang setara dengan F-16 Israel, dilengkapi radar AESA dan mampu membawa rudal udara-ke-udara PL15 dengan jangkauan 200-300 km

2. Sistem Pertahanan Udara Bavar 373

Versi lokal yang mendekati kemampuan S-400 Rusia, sudah ditempatkan di reaktor nuklir dan pusat industri militer untuk melindungi aset vital

3. Rudal Hipersonik Fatah 1 dan Fatah 2

Mampu terbang dengan kecepatan Mach 13 dan melakukan manuver di atmosfer, mustahil ditangkap sistem Iron Dome Israel

4. Sistem Navigasi Beidou

Iran resmi menggunakan satelit navigasi China menggantikan GPS Amerika, memberikan kemandirian dalam operasi militer

Iran juga mempercepat program nuklir dengan memproduksi uranium kemurnian 60 persen. Ini hanya satu langkah lagi menuju tingkat senjata nuklir yang berbahaya.

Yang lebih mengkhawatirkan, Iran kini didukung penuh oleh China dan Rusia. Pejabat Partai Komunis China bahkan menyatakan siap bergabung dengan Iran jika terdapat serangan lagi. (af)