Unik Tapi Kontroversial! Tradisi Nepal Jadikan Bocah Perempuan sebagai Dewi yang Tidak Boleh Menyentuh Tanah
- id.pinterest.com
Cianjur – Nepal memiliki tradisi yang sangat unik dan menarik perhatian dunia, yaitu pemujaan Kumari Devi.
Tradisi ini melibatkan seorang gadis kecil yang dianggap sebagai jelmaan Dewi Durga dan disembah oleh masyarakat.
Kathmandu, ibukota Nepal, menjadi pusat dari tradisi keagamaan yang telah berlangsung selama berabad-abad ini.
Kumari Devi bukan hanya sekadar tradisi, tetapi juga bagian integral dari kehidupan spiritual masyarakat Nepal.
Mereka percaya bahwa dengan menyembah Kumari, mereka akan mendapatkan berkah dan perlindungan dari Dewi Durga.
Sejarah Tradisi Kumari
Asal Usul Tradisi
Tradisi pemujaan Kumari telah ada sejak abad ke-12 Masehi di Nepal.
Kumari disembah oleh umat Hindu dan Buddha, terutama oleh suku Newar yang mendiami wilayah Kathmandu.
Tradisi ini berkembang sebagai bentuk penghormatan kepada kekuatan feminin dalam agama Hindu.
Dewi Durga dianggap sebagai pelindung dan pemberi berkah bagi masyarakat Nepal.
Wilayah Pemujaan
Tradisi Kumari hanya diikuti di beberapa kota tertentu seperti Kathmandu, Lalitpur, dan Bhaktapur.
Setiap kota memiliki Kumari sendiri yang dipilih berdasarkan kriteria yang sangat ketat.
Tidak semua tempat di Nepal menjalankan tradisi ini karena membutuhkan sumber daya dan komitmen yang besar.
Hanya kota-kota dengan tradisi budaya yang kuat yang mampu mempertahankan pemujaan Kumari.
Proses Pemilihan Kumari
Syarat yang Harus Dipenuhi
Pemilihan Kumari tidak dilakukan secara sembarangan karena ada 32 syarat yang harus dipenuhi.
Beberapa syarat unik termasuk leher yang mirip cangkang keong dan tubuh seperti pohon beringin.
Syarat lainnya mencakup bulu mata yang menyerupai sapi, paha seperti rusa, dan dada yang lebar.
Suara yang lembut seperti bebek juga menjadi salah satu kriteria penting dalam pemilihan.
Proses Seleksi
Jika seorang gadis memenuhi semua syarat, ia akan dibawa ke kuil untuk menjalani kehidupan sebagai Kumari.
Proses seleksi ini melibatkan pemeriksaan fisik yang sangat detail dan ritual keagamaan yang kompleks.
Keluarga gadis yang terpilih biasanya merasa bangga tetapi juga khawatir karena tanggung jawab yang besar.
Mereka harus merelakan anak mereka menjalani kehidupan yang sangat berbeda dari anak-anak lainnya.