Daendels Membangun Jalan 1000 KM di Jawa, Benarkah Tanpa Upah?
- Youtube
Cianjur – Gubernur Jenderal Daendels membangun jalan raya sepanjang 1000 km dari Anyer hingga Panarukan. Pembangunan ini sering dikaitkan dengan kerja paksa tanpa upah..
Jalan raya pos ini menjadi cikal bakal jalur Pantura yang kita kenal sekarang. Namun, benarkah para pekerja benar-benar tanpa upah sama sekali selama pembangunan era kolonial ini?
Sejarah tentang sistem pembayaran pekerja ternyata cukup rumit. Informasi pembanguan jalan era Daendels ini diringkas langsung dari channel YouTube Invoice Indonesia.
Mari kita telusuri kebenaran tentang upah pekerja dalam proyek pembangunan jalan ini. Ternyata ada fakta sejarah yang selama ini tidak banyak diketahui.
Daendels Sebenarnya Menyediakan Dana Upah
Berdasarkan penelitian sejarawan, Daendels mengalokasikan sekitar 30.000 ringgit untuk upah dan konsumsi pekerja. Instruksi tanggal 5 Mei 1808 dalam 10 pasal jelas mengatur sistem pembayaran ini.
Pasal 4 menyebutkan pembiayaan proyek ditanggung negara dengan upah yang dilaksanakan komisaris negara. Total 1.100 pekerja dibagi dalam 6 rute dengan besaran upah berbeda sesuai medan kerja.
Sistem Pembayaran Melalui Bupati
Proses pembayaran upah diberikan kepada para bupati sebagai pengawas pembangunan jalan. Mandor mendapat upah 3 ringgit perak, sedangkan pekerja biasa mendapat 2 ringgit perak.
Setiap kepala keluarga pekerja juga menerima tiga kantong beras dan garam sebagai tambahan. Sistem ini menunjukkan bahwa sebenarnya ada mekanisme pembayaran yang terstruktur.
Korupsi dan Penyalahgunaan Dana
Dugaan tidak dibayarnya pekerja kemungkinan akibat korupsi dalam rantai pembayaran. Budaya korupsi sudah ada sejak masa kolonial, termasuk dalam pengelolaan hasil bumi.
Daendels bahkan memberikan sanksi berat berupa hukuman mati bagi koruptor yang merugikan negara.
Mereka yang korupsi lebih dari 3.000 ringgit akan dieksekusi, sedangkan yang merugikan 15.000-30.000 ringgit disidangkan dan ditembak.
Keterbatasan Dokumentasi dan Arsip
Tidak ditemukannya arsip pembayaran upah kemungkinan karena keterbatasan kemampuan menulis pribumi saat itu. Pertanggungjawaban seharusnya dilaporkan, tetapi arsip-arsip tersebut hilang atau belum ditemukan.
Menteri Koloni bahkan mempertanyakan hal ini ketika Daendels dipanggil pulang ke Paris menghadap Napoleon.
Sejarah pembangunan jalan raya pos ternyata lebih kompleks dari yang selama ini diketahui. Fakta tentang sistem ini mengubah narasi tentang kerja paksa tanpa upah yang selama ini dipercaya.